Bantuan Sosial dan Edukasi Tanggap Bencana bagi Difabel

Organisasi difabel penggerak inklusi Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) melalui Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) Inklusi Omah Difabel, menggandeng lintas sektor terkait kebencanaan diantaranya BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Batalyon Bekang-2 Kostrad , dan komunitas difabel setempat untuk melakukan kegiatan bantuan sosial dan edukasi tanggap bencana bagi difabel terdampak gempa di Malang.

Sasaran pertama kegiatan ini adalah masyarakat penyandang disabilitas di Kecamatan Pagelaran, pada hari Kamis, 15 April 2021. Lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah terdampak gempa 6,7 magnitudo dan beberapa gempa susulan bekum lama. Setelah itu tim akan menyisir kelompok-kelompok difabel di kecamatan lainnya dengan kegiatan serupa.

Kegiatan ini juga akan melibatkan elemen TNI-Polri lainnya, Muspika, Pemerintah Desa, elemen masyarakat, komunitas lokal, Perguruan Tinggi, medis dan relawan dari berbagai disiplin ilmu dan keterampilan terkait kebencanaan.

Pelibatan semua pihak dimaksudkan agar masalah kemanusiaan termasuk isu disabilitas menjadi tanggungjawab dan kesadaran bersama, serta menjaga konteks kearifan lokal.

Tingkat kepentingan kegiatan ini adalah ribuan penyandang disabilitas yang terdapat di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang (16.008 menurut data Dinas Sosial Kabupaten Malang) lebih rentan menjadi korban bencana alam dari pada masyarakat non disabilitas. Mereka juga awam tentang Pengurangan Resiko Bencana (PRB) karena belum pernah mendapatkan pelatihan.

Penyandang disabilitas juga berpotensi tertinggal bahkan ditinggalkan dalam situasi panik evakuasi bencana, penyebabnya adalah hambatan mobilitas personal, fasilitas lingkungan yang tidak aksesibel, maupun ketidakpahaman lingkungan terhadap perlindungan difabel dalam kebencanaan.

Rerata masyarakat yang awam tentang disabilitas juga menyebabkan kebutuhan penyandang disabilitas pada masa evakuasi, pemulihan dan pembangunan berpotensi terabaikan bahkan tidak teridentifikasi sebagai korban dengan disabilitas.

Sebagai informasi data BPBD Kabupaten Malang menyebut wilayah terdampak meliputi 23 Kecamatan. Korban jiwa meninggal dunia sebanyak 3 orang, dan 54 jiwa mengalami luka-luka. Belum terdapat informasi korban dengan identitas penyandang disabilitas.

 

Informasi tentang TRK Inklusi

Realitas kerentanan penyandang disabilitas dalam kebencanaan di Malang juga sebagai potret persoalan di daerah lainnya di Indonesia. Maka Tahun 2018 pasca gempa Palu, organisasi setempat Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDik) menggalang dukungan lintas organisasi dan tokoh difabel nasional menginisiasi berdirinya TRK Inklusi. Model ini kemudian dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia oleh kelompok difabel setempat yang terdampak bencana termasuk Malang.

Salah satunya di Malang, TRK Inklusi Omah Difabel, berpusat di Sekretariat Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), Jl Yos Sudarso RT 4 RW 7 Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

TRK Inklusi Omah Difabel melakukan assesment cepat keberadaan difabel sebagai kelompok rentan dan korban. Tim ini juga bergerak dalam empat aspek kebencanaan, yaitu emergency respon/ tanggap darurat, pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta pembangunan. Dalam proses ini difabel dan kelompok rentan lainnya dilibatkan dan  berpartisipasi dalam pra maupun pasca kebencanaan.

Peran dan fungsi TRK Inklusi Omah Difabel selain sebagai wadah koordinasi dan penyaluran bantuan, juga penghubung korban dengan sektor Pemerintah terkait dan Lembaga Sosial yang akan membantu. Tim juga melakukan edukasi kebencanaan bagi penyandang disabilitas.

Beberapa organisasi yang telah bergabung dalam TRK Inklusi Omah Difabel adalah Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), Forum Malang Inklusi (FOMI), LBH Disabilitas, Perdik Makasar, Sigab Indonesia, Gerkatin Malang, HWDI Malang, PPRBM Solo, Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Selain lintas organisasi difabel juga didukung Kantor Staf Presiden (KSP), BPBD Kabupaten Malang, PMI Malang, dan Yon Bekang-2 Kostrad.

Bagi penyandang disabilitas korban bencana alam yang memerlukan bantuan, dan masyarakat yang ingin menjadi relawan, hubungi TRK Inklusi Omah Difabel di WA 085764639993 (Ken Kerta), 08175400669 (Siswinarsih), dan kontak lokal Lumajang 08175175154 (Hari Kurniawan/Wawa)

 

Facebook Comments