Saran LINKSOS untuk Percepatan Vaksinasi Covid-19 bagi Difabel

Petugas vaksinasi Puskesmas Lawang memberikan layanan kepada difabel didampingi relawan LINKSOS, 14 Sept 2021 di Balai Desa Bedali, Kec. Lawang Kab. Malang

 

Kendala utama percepatan vaksinasi Covid-19 bagi difabel adalah belum teredukasinya kelompok berkebutuhan khusus tersebut dengan baik. Satgas Covid-19 dinilai belum memiliki elemen edukasi  yang memadai baik dari sisi pengetahuan disabilitas khususnya soal teknik dan etika berinteraksi dengan difabel. Percepatan vaksinasi bagi difabel harus dibarengi dengan sistem yang memadai utamanya terkait strategi edukasi dan komunikasi. Langkah yang paling mudah menurut LINKSOS adalah melibatkan komunitas difabel dalam satgas Covid.

Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19 bagi difabel.  Melalui kader Posyandu Disabilitas mereka melakukan sosialisasi pandemi dan edukasi pentingnya vaksinasi. Tim juga meningkatkan imunitas masyarakat difabel dengan mengajak berolahraga dan aktivitas di alam terbuka seperti jalan sehat, penghijauan dan mendaki gunung.

 

Di hari vaksinasi, Tim LINKSOS juga melakukan pendampingan untuk membantu proses interaksi dan komunikasi antara difabel dan petugas medis. Dukungan lainnya, melakukan antara jemput difabel dari rumah ke lokasi vaksinasi, bekerjasama dengan Humas BMH Jatim Gerai Malang.

 

Ketua Pembina LINKSOS Ken Kertaning Tyas mengatakan inti dari kegiatan LINKSOS  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas khususnya warga difabel, mengingat masih sedikitnya jumlah sasaran dan capaian vaksinasi difabel. Masih terjadi penolakan warga difabel terhadap vaksinasi, juga minimnya dukungan keluarga.

 

“Kami mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 bagi difabel melalui kegiatan sosialisasi covid dan edukasi vaksinasi,” kata Ken Kerta, Rabu, 15 September 2021.

 

Dasarnya, yang pertama difabel memiliki kebutuhan komunikasi khusus, seperti dibutuhkan oleh kawan-kawan tuli yang memerlukan bahasa isyarat, serta anak-anak disabilitas intelektual yang  memerlukan penjelasan berulang dan berulang agar paham. Sedangkan selama ini belum ada sosialisasi khusus bagi mereka.

 

Selama ini informasi dan pendaftaran vaksinasi lebih mengandalkan teknologi digital dan data  dari komunitas. Difabel yang tergabung dalam komunitas dan yang telah terbiasa menggunakan internetlah yang bisa mengaksesnya, sementara mereka yang tak terjangkau komunitas dan gagap teknologi tidak bisa mengakses.

 

Kedua, minimnya tenaga medis maupun anggota satgas Covid 19 yang paham tentang disabilitas, utamanya terkait teknik dan etika berinteraksi dengan difabel. Misalnya bagaimana satgas Covid tidal paham bahasa isyarat. Hal ini menyebabkan difabel tidak teredukasi dengan baik. Dampaknya difabel terstigma takut mati akibat vaksinasi, tidak tahu pentingnya vaksinasi, serta tidak didukung oleh keluarganya. Masih banyak  difabel yang belum tervaksin.

 

Berdasarkan data yang kami himpun. Dalam lingkup kabupaten Malang, sasaran vaksinasi difabel baru mencapai 1.804 jiwa, sedangkan data Dinas Sosial Kabupaten Malang jumlah difabel mencapai 16.008 jiwa, atau 11,27% telah tervaksin.

 

Kemudian Kota Malang sasaran vaksinasi difabel sebanyak 1.602, dengan jumlah difabel menurut data dinas sosial Kota Malang ada 2.669 jiwa atau 60% telah tervaksin.

 

Lalu di Kota Batu sasaran vaksinasi difabel 619 jiwa, dengan total jumlah difabel 1.038 jiwa atau 59,6%.

 

Secara umum di Malang Raya sasaran maupun capaian vaksinasi difabel baru mencapai sekira 4.025 jiwa dari 19.715 jiwa atau 20,41% tervaksinasi

 

“Percepatan vaksinasi Covid-19 bagi difabel harus dibarengi dengan sistem yang memadai, dalam hal ini satgas Covid-19 harus dilengkapi tim edukasi yang memiliki pengetahuan dan keterampilan berinteraksi dengan difabel,” tegas Ken.  Langkah yang paling mudah adalah melibatkan komunitas difabel dalam satgas Covid. Kami siap menjadi relawan, namun perlu adanya ketetapan regulasi agar tidak terjadi kesalahan koordinasi di lapangan. (admin)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *