“Kecamatan Tajinan kita deklarasikan sebagai kecamatan inklusi di Kabupaten Malang. Kegiatannya adalah Posyandu Disabilitas yang akan dilaksanakan setiap bulan,” ujar Franky Sukandari dalam sambutannya, Rabu, 20 Mei 2026, di ruang pertemuan kecamatan.
Peluncuran Posyandu Disabilitas Kecamatan Tajinan dilakukan secara sederhana. Sekitar 30 penyandang disabilitas dari berbagai ragam dan usia hadir untuk menikmati layanan kesehatan tersebut. Kegiatan juga dihadiri oleh unsur Muspika, tenaga kesehatan Puskesmas Tajinan, operator SIKS-NG dari 12 desa se-Kecamatan Tajinan, pendamping PKH, TP PKK Kecamatan Tajinan, serta tim terapis dan pendamping dari Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS).
“Kami meminta dukungan semua pihak untuk keberlanjutan Posyandu Disabilitas ini. Jika ada penyandang disabilitas yang belum masuk data SIKS-NG, agar ditindaklanjuti sehingga dapat mengakses berbagai bantuan sosial. Kami juga meminta LINKSOS agar terus memberikan dukungannya,” harap Franky Sukandari.
Camat Peduli Disabilitas
Perhatian Franky Sukandari terhadap isu disabilitas tampak sebelum menjabat sebagai Camat Tajinan. Pada tahun 2022, saat masih menjadi Lurah Lawang, Kabupaten Malang, ia mendirikan Posyandu Disabilitas bekerja sama dengan Puskesmas Lawang dan Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS).1
Hingga saat ini, Posyandu Disabilitas di Kecamatan Lawang masih berjalan aktif. Para kader Posyandu Disabilitas yang dibentuk dan dilatih pada masa itu juga masih aktif hingga sekarang. Para lurah pascakepemimpinan Franky juga konsisten menjaga keberlanjutan program tersebut.
“Hari ini saya diajak LINKSOS untuk melatih keterampilan di Posyandu Disabilitas Kecamatan Tajinan. Saya bersedia sebab mengenal baik Pak Franky, lurah kami dulu di Lawang yang membentuk Posyandu Disabilitas,” kenang Yuda, kader Posyandu Disabilitas Kelurahan Lawang.
Dukungan LINKSOS untuk Posyandu Disabilitas Kecamatan Tajinan
Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) merupakan pusat pemberdayaan disabilitas. Organisasi ini berpusat di Malang dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. Di bidang kesehatan, organisasi ini menjadi pelopor pembentukan dan pengembangan Posyandu Disabilitas di Indonesia.2
“Kami mendukung sepenuhnya Posyandu Disabilitas di Kecamatan Tajinan. Dukungan dalam bentuk fasilitasi pembentukan, pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu Disabilitas, pelatihan keterampilan penyandang disabilitas, hingga dukungan peralatan dan kebutuhan posyandu lainnya,” ujar Ken Kerta, founder LINKSOS.
Rencana Tindak Lanjut
“Hasil diskusi dengan Pak Camat, pengurus TP PKK Tajinan, dan Kepala Puskesmas Tajinan, akan diadakan pelatihan inklusi disabilitas bagi pengurus PKK, tenaga kesehatan Puskesmas, serta kader Posyandu Disabilitas,” terang Ken Kerta.
Materi pelatihan meliputi perspektif sosial inklusi disabilitas, ragam disabilitas, teknik dan etika pendampingan disabilitas—termasuk bahasa isyarat dasar—dan simulasi Posyandu Disabilitas. Selain itu, juga akan diadakan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas di luar jadwal Posyandu Disabilitas.
“Output-nya, selaras dengan harapan Pak Franky, Kecamatan Tajinan akan memiliki Unit Layanan Disabilitas atau ULD sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan. ULD akan menjadi pusat pelatihan dan produksi karya agar mandiri dan berdaya,” pungkas Ken.
