kespro disabilitas

Sarasehan Kespro Disabilitas melalui Posyandu Disabilitas

1 minute, 59 seconds Read

Sosialisasi kesehatan reproduksi (kespro) penyandang disabilitas hampir tidak menyentuh perempuan disabilitas di pedesaan. Inisiasinya LINKSOS melakukan edukasi melalui Posyandu Disabilitas. Kegiatan ini juga merangkul PKK untuk lebih menyebarluaskan edukasi. Kespro penting bukan hanya untuk kesehatan, tetapi pencegahan pelecehan atau kekerasan seksual terhadap perempuan daan anak dengan disabilitas.

 

Setidaknya terdapat dua faktor yang melatari minimnya edukasi kespro ini. Yang pertama kemampuan penyandang disabilitas dalam mengakses informasi. Yang kedua memang belum adanya perhatian khusus dari Pemerintah.

Oleh sebab itu, Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melalui Puskesmas Lawang, menggelar Sarasehan Kesehatan Reproduksi Penyandang Disabilitas-1 bersama Posyandu Disabilitas se-Kecamatan Lawang.

Kegiatan akan dilakukan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2022 di Ruang PKK Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Informasi pendaftaran peserta, hubungi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kecamatan Lawang, 0858-9570-9375 (Widi Sugiarti)

 

Latar Belakang

Masa pubertas adalah masa pertumbuhan dari usia anak menuju dewasa. Masa ini bisa menjadi masa-masa menantang sekaligus membingungkan dalam kehidupan remaja manapun, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Tantangan ini bahkan berlaku pula bagi  keluarga, guru maupun pendampingnya.

Khususnya perempuan dengan disabilitas intelektual, mereka memiliki perkembangan fisik yang sama dengan remaja pada umumnya. Namun secara intelektual mereka memiliki kemampuan menyerap informasi yang berbeda dengan remaja pada umumnya. Hal ini menjadikan usia mental mereka selisih dengan usia biologis.

Kemampuan menyerap informasi, khususnya terkait kesehatan reproduksi bahkan semakin sulit sebab dianggap tabu. Sementara sosialisasi dan edukasi tentang kespro disabilitas tersebut  juga minim dilakukan. Faktor ini turut menjadi sebab rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas.

Persoalan rendahnya pengetahuan juga dialami oleh lapisan terdekat pada lingkungan psiko-sosial perempuan dengan disabilitas. Di antara mereka adalah  guru, pengasuh, dan pemberi layanan kesehatan.

 

Tujuan

Sarasehan Kesehatan Reproduksi Penyandang Disabilitas-1 bersama Posyandu Disabilitas se-Kecamatan Lawang memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Meningkatkan pengetahuan remaja disabilitas tentang kesehatan reproduksi.
  2. Mempromosikan kesehatan reproduksi penyandang disabilitas melalui Posyandu Disabilitas sebagai pos layanan terpadu yang ada di tingkat desa.
  3. Mempromosikan kesehatan penyandang disabilitas secara umum melalui program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
  4. Menggali informasi dari remaja penyandang disabilitas maupun orangtuanya tentang persoalan apa saja yang dialami terkait kesehatan reproduksi.

 

Outout kegiatan

Luaran yang ingin dicapai dari sarasehan kespro disabilitas ini adalah:

  1. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi penyandang disabilitas
  2. Adanya daftar persoalan dan masukan terkait kesehatan reproduksi penyandang disabilitas yang akan disampaikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Malang
  3. Adanya rencana tindak lanjut sosialisasi kesehatan reproduksi melalui Posyandu Disabilitas
  4. Adanya rencana tindak lanjut sosialisasi kesehatan penyandang disabilitas secara umum melalui PKK.

(admin)

Similar Posts