Penjelajahan Gunung Arjuno Bersama Difabel

Suasana HUT ke-7 dan Pengukuhan Pengurus LINKSOS, masa bhakti 2021-2023, Minggu Kliwon, 4 April 2021 di Goa Onto Boego, Lereng Gunung Arjuno (1300 mdpl).

 

Organisasi difabel penggerak inklusi Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) mengajak masyarakat luas peduli inklusi bergabung dalam kegiatan penjelajahan Gunung Arjuno. Untuk itu bertepatan dengan momen Hari Lingkungan Hidup Internasional, 6 Juni 2021 LINKSOS mencanangkan Misi Arjuno Inklusi. Lokasi pencanangan di lereng Gunung Arjuno tepatnya di Candi Madrim, pada ketinggian sekira 1380 mdpl. Selanjutnya tim akan bertahap melakukan latihan dan pendakian melintasi beberapa petilasan hingga Puncak Ogal Agil Gunung Arjuno (3.339 mdpl).

Latar Belakang

Misi Arjuno Inklusi merupakan tindak lanjut kegiatan difabel mendaki gunung tahun 2020, yang mengusung Misi Hapus Stigma. Timsus Pendaki Difabel LINKSOS pada tahun tersebut berhasil mendaki beberapa gunung dan perbukitan, dimulai dari perbukitan Desa Srigading Lawang (825 mdpl), Gunung Wedon (660 mdpl), Gunung Banyak (1.315 mdpl), Gunung Butak (2.868 mdpl), dan Gunung Kawi (2.603 mdpl)

Tujuan Misi Arjuno Inklusi adalah mengkampanyekan kepedulian difabel dan keterlibatan secara inklusif terhadap pelestarian budaya luhur bangsa dan lingkungan hidup.

Inklusi memberikan makna pelibatan semua pihak tanpa terkecuali termasuk penyandang disabilitas atau difabel. Selama ini kelompok yang dinilai rentan tersebut masih diindentikkan oleh sebagian orang sebagai warga dengan berbagai keterbatasan yang tidak mampu dan menjadi beban lingkungan. Hal ini menyebabkan difabel kehilangan kesempatan di berbagai hal termasuk di bidang kebudayaan dan lingkungan hidup.

Dalam Misi Arjuno Inklusi yang akan dilakukan adalah, pertama terkait kampanye budaya luhur bangsa, anggota tim pendakian akan menggali informasi situs/petilasan, mendokumentasi, dan mempublikasi, serta menghinbau kepada masyarakat luas agar tidak melakukan vandalisme dan aktivitas lain yang menyebabkan kerusakan peninggalan bersejarah tersebut.

Kemudian terkait lingkungan hidup, anggota tim pendakian akan melakukan pungut sampah di sepanjang jalur pendakian.  Tim juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kegiatan penghijauan, lokasi mana dan jenis tanaman apa yang diperbolehkan.

Dipilihnya Gunung Arjuno sebagai lokasi pendakian, yang pertama berdasarkan kemampuan anggota Timsus Pendaki Difabel LINKSOS, yang sebelumnya telah teruji secara fisik dan mental mampu mendaki gunung Butak dan Gunung Kawi, yang keduanya hampir mencapai ketinggian 3000 mdpl. Sedangkan Puncak Ogal Agil Gunung Arjuno berada di ketinggian 3.339 mdpl.

Yang kedua, lokasi Gunung Arjuno berdekatan dengan Omah Difabel atau sekretariat LINKSOS, sama-sama di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Lalu  yang ketiga Gunung Arjuno telah memiliki tata kelola wisata yang baik, sehingga mendukung keamanan pendakian bagi difabel. Serta yang keempat, Gunung Arjuno memuat banyak situs peninggalan budaya masa lalu sebagai wahana pembelajaran dan sasaran pengabdian misi inklusi.

 

Siapa saja yang akan terlibat dalam Misi Arjuno Inklusi?

Peserta Misi Arjuno Inklusi berasal dari beberapa divisi organisasi LINKSOS yang terkait dengan pendakian dan pelestarian lingkungan, yaitu Sekolah Alam Gunung Wedon, Timsus Pendaki Difabel, Difabel Pecinta Alam (Difpala), dan Kader Posyandu Disabilitas. Mereka adalah difabel dari berbagi ragam disabilitas (fisik, intelektual, mental, sensorik netra, dan sensorik rungu), termasuk orang yang pernah mengalami kusta serta non disabilitas pendamping.

Sesuai misi inklusi, LINKSOS membuka kesempatan masyarakat luas peduli gerakan inklusi untuk bergabung, dari semua kalangan dan ragam disabilitas tanpa terkecuali. Utamanya kelompok difabel ini mengajak tim-tim terlatih seperti Mapala, komunitas pendaki gunung, Tim SAR, dan lainnya, termasuk instansi pemerintah dan perusahaan/badan swasta yang akan mendukung pembiayaan. Tak ketinggalan, LINKSOS juga mengajak jaringan media massa untuk membantu publikasi.

Jumlah Timsus Pendaki Difabel Angkatan 1 Tahun 2020 berjumlah 12 orang. Dalam Misi Arjuno Inklusi di Tahun 2021 ini, jumlah peserta pendakian dibatasi hingga 20 orang untuk memudahkan pengelolaan tim dan menejemen resiko.

Lokasi penjelajahan terbagi menjadi dua, pertama situs-situs di kawasan Perhutani, dimulai Pos 1 hingga sebelum Pos 3. Kawasan ini sebagai tempat pelatihan atau pemanasan yang bisa diikuti oleh para anggota divisi-divisi tersebut dan masyarakat pendukung, termasuk mereka yang masih pemula atau awal berlatih mendaki gunung.

Lokasi penjelajahan kedua adalah kawasan Hutan Konservasi Tahura Raden Soerjo, atau dimulai Pos 3 hingga Puncak Ogal Agil Gunung Arjuno. Penjelajahan di lokasi ini memerlukan persiapan khusus yang hanya boleh diikuti Timsus Pendaki Difabel dan tim pendukung  terlatih seperti Mapala, Tim SAR, dan lainnya.

 

Rincian kegiatan, lokasi misi dan jangka waktu

Misi Arjuno Inklusi akan mengunjungi beberapa situs peninggalan sejarah di Gunung Arjuno, dimulai dari Guo Onto Boego, Watu Kursi, Eyang (candi) Madrem, Eyang Sekutrem, Tampuwono, Eyang Dewi Kunti, Goa Nogo Gini, Eyang Abiyoso, dan Puthuk Lusung. Petilasan-petilasan ini akan dikunjungi sekaligus sebagai pelatihan pra pendakian puncak, bertahap dan beberapa kali selama 3 bulan.

Setelah tiga bulan berlatih, khususnya Timsus Pendaki Difabel dan tim pendukung terlatih akan melakukan pendakian di kawasan Hutan Konservasi Tahura Raden Soerjo, melintasi beberapa petilasan, diantaranya Eyang Sakri, Eyang Semar, Makuthoromo, Sepilar dan Jawadwipa, Pelawangan hingga Puncak Ogal Agil. Perjalanan tersebut diperkirakan memerlukan waktu empat hari.

Sedangkan situs-situs lainnya di kawasan Hutan Konservasi Tahura Raden Soerjo, seperti Puthuk Lembu, Sendang Kamulyan, Goa Wejangan, Rancang Kencono, Sendang Widodari, Sendang Drajat, dan Candi Wesi, akan dikunjungi tahap berikutnya oleh anggota Difpala terlatih. Keseluruhan Misi Arjuno Inklusi ini sekira memerlukan waktu dua tahun. Lamanya waktu ini disebabkan para pegiat misi juga memiliki kewajiban aktivitas organisasi lainnya.

Pers rilis dibuat oleh Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), Jumat, 4 Juni 2021 di Omah Difabel, Jl. Yos Sudarso RT 4 RW 7 Dusun Setran, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Narasumber: Ketua Pembina LINKSOS, Kertaning Tyas (Ken Kerta), WA 0857 6463 9993.

 

Lihat video Timsus Pendaki Difabel dalam Misi Hapus Stigma Tahun 2020 di Gunung Butak:

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *