Nekat! Difabel ini Ingin Merasakan Tsunami, Akibatnya..

Tiga orang, Andi difabel daksa dari Bone, Sulawesi Selatan serta Reti difabel polio dan Adi difabel netra, keduanya dari Malang, Jawa Timur sepakat ingin merasakan rasanya digulung dan diseret ombak tsunami. Aksi nekat ini tentunya membuat khawatir banyak orang karena dinilai tak lazim. Betapa tidak, mendengar tsunami saja kerap kali membuat perasaan ngeri. Namun kengerian itu tak membuat mereka mundur, akibatnya..

Andi dan Adi keduanya maju menuju tengah, sementara tongkat Adi diletakkan di pinggiran. Lupakan dulu stik pemandu, terpenting adalah sensasi terseret dan tergulung ombak Tsunami.

Sementara Reti pun tak kalah nekatnya. Ia meletakkan kedua kruknya di tepian, dibantu dua pendamping Ken dan Widi, ia dipandu menuju arah tengah laut..

Pada hitungan menit yang tak terprediksi ombak tsunami pun datang dan menggulung mereka, termasuk para pemandu dan wisatawan lainnya. Dalam pantauan Reti tampak gelagepan dan pasrah timbul tenggelam dan terseret ombak. Sementara Andi dan Adi tak lagi terdeteksi karena jauh berada ditengah laut.

Namun beruntung, tsunami hanya beberapa saat saja.. Ya maklumlah, karena hanya tsunami buatan di Wisata Hawai Waterpark Malang. Hehe..

Akibatnya dari aksi nekat ini pun sudah sangat jelas: mereka ketagihan.

Aksi nekat diatas adalah salah satu rangkaian hiburan dalam acara Hari Disabilitas Internasional 2017 di Malang. Event yang bertajuk DIFABEL ITU BISA tersebut diadakan atas kerja bareng Yayasan Peduli Kasih KNDJH dan Yayasan Lingkar Sosial Indonesia didukung belasan organisasi difabel dan non difabel se Malang Raya, dengan jumlah peserta sekitar 350 orang.

Acara bertujuan selain untuk mengkampayekan masyarakat inklusi juga mengedukasi masyarakat bahwa difabel bukan hanya soal keterbatasan melainkan memiliki hak, kesetaraan serta kemampuan seperti masyarakat pada umumnya.

Acara dibagi menjadi dua sesi, yaitu Jalan Sehat Difabel di Jalan Ijen Malang (10/12) dan Wisata Edukasi di Hawai Waterpark Malang (11/12) .

Di Ijen aksi Jalan Sehat diwarnai dengan orasi lintas organisasi difabel menyuarakan hak-hak dan mengkampanyekan masyarakat inklusif. Juga atraksi Jimbe Tuli, flashmob Bisindo, costum carnival, konvoi sepeda motor roda tiga dan penandatanganan spanduk 1000 Tanda Tangan Inklusi untuk Malang Raya Ramah Difabel.

Sementara di Hawai Waterpark diisi kegiatan pentas musik, lomba balap kruk, lomba balap kursi roda, bernyayi dengan bahasa isyarat, anak-anak mewarnai dan lainnya.

Wah..serunya! Kapan lagi ya..

Facebook Comments