Inisiatif Bhandagiri

KND RI Apresiasi Inisiatif Bhandagiri

3 minutes, 15 seconds Read

Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Dante Rigmalia mengapresiasi inisiatif Bhandagiri. Hal tersebut ia sampaikan melalui sambutan video untuk FGD Inisiatif Bhandagiri, Kamis 13 April 2023 di Lantai 6 Library Room Gedung MCC Kota Malang.

FGD Inisiatif Bhandagiri digelar oleh Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) melalui Difabel Pecinta Alam (Difpala) dan Parekraf Kota Malang. FGD bertujuan menyampaikan gagasan inisiatif Bhandagiri dan meminta masukan kepada lintas organisasi perangkat daerah.

Diskusi tentang Bhandagiri tersebut, dihadiri oleh 47 peserta dari lintas organisasi perangkat daerah tingkat regional Jawa Timur, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Selain itu hadir pula Bakorwil III Jatim, Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sebagai informasi, Bhandagiri merupakan kawasan dalam rangkaian gunung-gunung di antaranya Gunung Semeru, Gunung Arjuno, Gunung Kawi, Gunung Tengger, Gunung Anjasmoro, Gunung Kendeng Selatan. Wilayah episentrum kawasan Bhandagiri tersebut adalah Malang Raya.

Difpala dan Parekraf Kota Malang melihat hal tersebut sebagai potensi daerah yang memerlukaan sinergitas lintas sektor untuk mengembangkannya. Potensi tersebut di antaranya terkait pariwisata, destinasi kreatif, kelestarian lingkungan alam, infrastruktur, kebudayaan, pendidikan, kesejahteraan sosial dan lain-lainnya. 

 

Sambutan KND RI

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Difpala dan Parekraf Kota Malang yang sudah memperkuat daya juang berbagai program kerja pembangunan di kawasan Bhandagiri Malang Raya,” ujar Dante Rigmalia mengawali sambutannya.

Salah satu unggulan program strategis nasional yang ada di Malang Raya adalah pengembangan kawasan ekonomi kreatif Singghasari, kemudia Bromo Tengger Semeru, juga Malang Kreatif Center atau MCC Kota Malang.

Difpala adalah kelompok pecinta alam difabel di bawah naungan Lingkar Sosial Malang yang senantiasa melakukan gerakan dan dukungan  bagi penyandang disabilitas, sehingga berbagai kebijakan salah satunya melahirkan Posyandu Disabilitas dan aktivitas lain untuk pemberdayaan penguatan kapasitas penyandang disabilitas.

 

Langkah positif dan strategis.

Dante juga mengatakan bahwa pengembangan kawasan Bhandagiri atau Malang Raya oleh Parekraf sebagai langkah positif untuk semua warga termasuk penyandang disabilitas di Malang dan sekitarnya.

“Kolaborasi antara Difpala di bawah Lingkar Sosial dan Parekraf adalah hal yang strategis untuk mengembangkan kawasan dan juga potensi SDM termasuk penyandang disabilitas menuju kemandirian melalui berbagai upaya bersama berupa komunikasi, kolaborasi dan kerjasama,” tutur Dante.

Pelibatan penyandang disabilitas dalam berbagai pengembangan kawasan dan pengembangan SDM adalah sesuatu hal yang bermakna bagi penyandang disabililtas yang tergabung dalam organisasi penyandang disabilitas ataupun tidak. Dan ini akan membuat penyandang disabilitas berkembang serta mandiri, tandas Dante Rigmalia.

“Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Difpala dan juga Parekraf Kota Malang yang senantiasa memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas, untuk menjadi mandiri, memiliki kemampuan finansial dan juga bisa berkontribusi untuk keluarga dan masyarakat yang lebih luas, pungkas Dante.

 

Gerakan inklusi yang masif

“Inisiatif Bhandagiri merupakan potensi gerakan inklusif yang lebih masif,” ujar Ketua Pembina Lingkar Sosial Indonesia, Ken Kerta. Maka untuk mewujudkannya memerlukan kerja-kerja kolaborasi berkelanjutan.

Inisiatif Bhandagiri akan dituangkan dalam berbagai program kerja, di antaranya pembuatan film, terang Ken. Harapannya ini tak hanya memberikan edukasi kesadaran disabilitas bagi masyarakat, melainkan adanya kebijakan-kebijakan baru dalam bentuk regulasi untuk memastikan penghormatan, pelindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Dukungan lintas sektor

“Difabel Pecinta Alam atau Difpala secara konsisten berkegiatan mendaki gunung dan penghijauan sejak tahun 2020,” ungkap Koordinator Utama Parekraf Kota Malang, Wahyu Eko Setiawan.

Tak hanya seputar kegiatan pendakian dan pelestarian lingkungan, anggota Difpala juga melakukan aktivitas sosial di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan tanggap bencana. Ini kemudian yang menjadi inspirasi bahwa kegiatan semacam Difpala harus mendapatkan dukungan.

Kami juga berdiskusi dengan sejarahan dan budayawan, Pak Dwi Cahyono. Ternyata gunung-gunung lokasi kegiatan Difpala termasuk dalam kawasan tertentu, yang kemudian disebut sebagai Bhandagiri. Bhanda artinya yang mengikat, sedangkan giri artinya gunung, papar Sam Wes sapaan akrabnya.

Pemikiran ini kemudian juga saya sampaikan kepada beberapa pegiat lainnya. Di antaranya pakar ekonomi kreatif Ya’qud Ananda Gudban, dan film maker Vicky Arif, pakar kain Satriya Parama, musisi Iwan Dongkel dan beberapa lainnya.

“Iniasif masyarakat ini kemudian kami kemas dan mengkomunikasikan dengan Pemerintah melalui FGD Inisiatif Bhandagiri,” pungkas Sam Wes.

 

(Admin)

 

Video Sambutan Ketua KND, Dante Rigmalia dalam FGD Inisiatif Bhandagiri

 

 

Similar Posts