FESTIVAL MANDI BAKSO

Festival Mandi Bakso di Lawang

1 minute, 36 seconds Read
Listen to this article
Lembaga Edukasi Kewirausahaan Malang  menggelar Festival Mandi Bakso. Even ini menarik dengan berbagai kegiatan mulai workshop parade chef, lomba kreasi bakso, mukbang bakso hingga pameran produk UMKM termasuk karya disabilitas.
Ken Kerta
Ken Kerta
Penulis adalah Pembina Lingkar Sosial Indonesia

“Festival Mandi Bakso bertujuan edukasi tentang pentingnya kreasi baik makanan/minuman untuk meningkatkan ekonomi kreatif di kalangan UMKM,” ujar Ketua Lembaga Edukasi Kewirausahaan Malang, Ika Hindun Dewi, Jumat (1/3 2024) di lokasi kegiatan, Gedung Cakra Buana, Wisata Petik Madu Lawang.

Even ini didukung oleh para chef profesional dan belasan sponsor yang tidak kami sebut satu-persatu, terang Ika sapaan akrabnya. Kami sangat berterimakasih atas semua bentuk dukungan baik materi maupun non materi. Target kami 500 lebih pengunjung akan memadati even ini. 

Ika Hindun Dewi yang juga Ketua Baking Lovers Lawang menyebut bahwa even yang ia gelar juga akan berdampak pada dunia pariwisata. Dengan adanya even ini, masyarakat luar akan lebih mengenal Lawang sebagai pintu masuk Malang Raya. Terlebih bakso adalah salah satu kuliner khas Malang yang terkenal.

Kegiatan Festival

Penyelenggaraan Festival Mandi Bakso selama dua hari, yaitu 2-3 Maret 2024, terang Ika. Pengunjung bisa menemukan berbagai kegiatan di festival tersebut. Ada workshop parade chef, lomba kreasi bakso, mukbang bakso hingga pameran kerja dan produk disabilitas.

Ada juga Cek Kesehatan Gratis, Pameran Alat Baking Murah, Bazar UMKM, Promo Bahan Kue, Konsultasi Perawatan Kecantikan Gratis, Pengurusan Legalitas Gratis, Food Fotografi Gratis, Hiburan Rakyat, dan lainnya. 

Peran Penyandang Disabilitas

Pusat pemberdayaan disabilitas, Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) bergabung dalam Festival Mandi Bakso. Sekitar 30 peserta penyandang disabilitas anggota LINKSOS hadir dalam event tersebut. Panitia memfasilitasi secara gratis stand/meja pameran.bazar bagi penyandang disabilitas.

Kami apresiasi, Lembaga Edukasi Kewirausahaan Malang memiliki perhatian pada isu disabilitas,” ujar Ketua Harian LINKSOS, Widi Sugiarti. Lembaga tersebut bahkan memiliki kelas inklusif UMKM sehingga penyandang disabilitas berkesempatan belajar bersama dengan pelaku UMKM lainnya. 

Harapannya, kerjasama LINKSOS dan Lembaga Edukasi Kewirausahaan Malang akan berkelanjutan, kata Widi. Kami juga berharap hal yang dilakukan Mbak Ika menjadi inspirasi bagi pegiat UMKM lainnya. 

Similar Posts

Skip to content