Kelas Pendamping Disabilitas bagi staf MCC bertujuan untuk memperkuat kapasitas petugas dalam berinteraksi dan memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas, baik dalam pelayanan sehari-hari maupun situasi darurat.
Melalui pembelajaran teknik dan etika pendampingan, komunikasi inklusif, serta bahasa isyarat dasar, Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) mendorong kesiapsiagaan inklusif yang tidak hanya mengandalkan sarana dan prosedur, tetapi juga kapasitas manusia yang mampu memberikan layanan secara aman, tepat, dan inklusif.
Staf Malang Creative Center (MCC), mulai dari jajaran direktur, manajer, hingga petugas keamanan (security), customer service, dan cleaning service, mengikuti pelatihan ini.Pelatihan dilakukan secara bertahap dan bergilir untuk sekitar 60 orang staff.1
Materi diarahkan pada keterampilan yang dapat diterapkan dalam situasi pelayanan sehari-hari, mulai dari teknik dan etika berinteraksi, komunikasi inklusif, bahasa isyarat dasar, hingga teknik memberikan bantuan yang aman, nyaman, mudah, dan mendorong kemandirian.
Memperkuat Kesiapsiagaan Inklusif
LINKSOS menghadirkan narasumber ULD-PB Kabupaten Malang yaitu Ken Kerta dan Widi Sugiarti. Untuk materi bahasa isyarat, narasumber dari Gerkatin Kota Malang yaitu Muhammad Hasanudin dan Sumiati.2
Pelibatan ULD-PB Kabupaten Malang bertujuan untuk mendorong kesiapsiagaan bencana yang inklusif. Dalam situasi darurat, penyandang disabilitas dapat menghadapi hambatan tambahan dalam menerima informasi, berkomunikasi, bergerak menuju tempat aman, maupun memperoleh bantuan.
Karena itu, kesiapsiagaan inklusif tidak hanya membutuhkan prosedur evakuasi, jalur akses, atau sarana prasarana yang sesuai. Orang-orang yang berada di lingkungan tersebut juga perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan memberikan bantuan yang tepat kepada penyandang disabilitas.
Kemampuan tersebut bukan semata-mata diperlukan ketika terjadi bencana. Dalam pelayanan sehari-hari, petugas MCC dapat berinteraksi dengan penyandang disabilitas dalam berbagai situasi. Namun, ketika terjadi keadaan darurat, kemampuan dasar tersebut menjadi semakin penting karena keputusan dan tindakan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan tetap memperhatikan kebutuhan setiap orang.
Aksara Inklusi: Belajar untuk Membangun Lingkungan yang Inklusif
Kelas Pendamping Disabilitas merupakan bagian dari Program Aksara Inklusi, sebuah gerakan edukasi, literasi, dan budaya LINKSOS yang salah satu fokusnya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai disabilitas dan praktik interaksi yang inklusif.3
Pembelajaran menggunakan pendekatan learning by doing melalui tiga tahap: Pahami → Lakukan → Buktikan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep dan ragam disabilitas, tetapi juga berlatih melakukan pendampingan melalui simulasi dan praktik.
Pendekatan ini relevan bagi staf MCC karena setiap unsur pelayanan memiliki peran dalam menciptakan pengalaman yang aman dan mudah diakses oleh pengunjung. Petugas keamanan, misalnya, perlu memahami cara membantu pengguna kursi roda atau penyandang disabilitas lainnya tanpa mengurangi kemandirian mereka. Petugas customer service juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan, termasuk ketika berhadapan dengan penyandang disabilitas tuli atau yang memiliki hambatan komunikasi.
Melalui pelatihan ini, LINKSOS mengembangkan Aksara Inklusi sebagai ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik. Sementara perspektif ULD-PB memperkuat keterkaitan pembelajaran tersebut dengan kebutuhan kesiapsiagaan dan keselamatan penyandang disabilitas dalam situasi darurat.
Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Pendamping Disabilitas dapat diperoleh melalui 0857-6463-9993 (Ken).
