Warung Kopi di Puncak Gunung Wedon 660 Mdpl

Ada tiga hal yang gencar kami lakukan di masa pandemi Covid-19 ini, yaitu berbagi optimisme, berbagi rejeki, dan meningkatkan produktifitas. Termasuk diantaranya kreasi kami anak-anak muda difabel membuat warung kopi di puncak Gunung Wedon.

Berbagi optimisme, yakinlah pandemi akan berlalu saatnya nanti, yang penting saat ini jalankan protokol kesehatan (prokes) dengan sebaik-baiknya. Mari berdamai dengan korona melalui peningkatan imunitas, salah satunya dengan berolahraga. Kami anggota Difabel Pecinta Alam (Difpala) Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sejak tahun lalu rutin melakukan pendakian gunung. Tahun ini pendakian kami bertema Misi Arjuno Inklusi 2021, tindak lanjut tahun sebelumnya Misi Hapus Stigma 2020.

Berbagi rejeki, hampir sekira 1000 paket sembako di masa pandemi ini kami salurkan kepada masyarakat difabel di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, bekerjasama dengan beberapa badan zakat dan para dermawan. Selain itu kami juga memberikan edukasi tanggap bencana bagi difabel mensikapi gempa bumi di Malang beberapa waktu lalu.

Selanjutnya meningkatkan produktifitas di masa pandemi adalah hal pokok agar terus bisa bertahan hidup sekaligus berbagi optimisme dan rejeki. Kami melalui bengkel produksi (bengpro) Omah Difabel memiliki beberapa cabang wirausaha. Diantara beberapa usaha mandiri tersebut yang terbaru adalah mengembangkan usaha warung kopi di puncak Gunung Wedon, di ketinggian sekira 660 mdpl.

 

Latar belakang

Diawali dengan kegiatan olahraga mendaki Gunung Wedon untuk meningkatkan imunitas difabel di masa pandemi di bulan Juli 2020. Kegiatan tersebut dalam koordinasi Pemerintah Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, serta Perhutani melalui Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Wonorejo.

Dari kegiatan tersebut para pendaki yang tergabung dalam Timsus Pendaki Difabel terpanggil untuk melakukan aksi penghijauan. Motivasinya adalah kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan serta sebagai wujud terimakasih kepada Yang Maha Kuasa atas berkah kesehatan dan kebahagiaan selama mendaki Gunung Wedon.

Maka mulailah kami membentuk Difabel Pecinta Alam (Difpala) pada bulan Desember 2020, yang giatnya tak hanya mendaki gunung melainkan perawatan hutan dan lingkungan. Kami mengajak lintas sektor untuk hal ini, yang telah membantu diantaranya beberapa kampus di Malang.

Selama satu tahun ini berkegiatan di Gunung Wedon, telah sekira 150 pohon donasi masyarakat yang kami tanam di lokasi tersebut. Tahun 2021 ini kami ingin menanam 1000 pohon untuk memulihkan kondisi gunung yang pernah mengalami kebakaran ini. Dilakukannya kegiatan yang berkala dan tersistem juga akan berdampak tumbuhnya kesadaran masyarakat sekitar gunung untuk turut  serta menjaga kelestarian alam.

Untuk upaya penghijauan inilah maka Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) selain berkoordinasi dengan Perhutani juga swadaya bersama masyarakat, salah satunya dengan mengembangkan wirausaha warung kopi di puncak Gunung Wedon. Hasil penjualan kopi sebagian akan dialokasikan untuk biaya operasional kegiatan penghijauan di Gunung Wedon.

Warung kopi di puncak Gunung Wedon untuk pertama kalinya dibuka hari Minggu, 18 Juli 2021, setelah itu berlanjut untuk sementara buka satu minggu sekali di hari Sabtu. Para pecinta kopi dan pecinta alam, silahkan mampir ya.. Nikmati sensasi ngopi di warung kopi tertinggi di Kota Lawang.

 

Jalur pendakian yang tidak sulit

Jangan khawatir, mendaki Gunung Wedon tidaklah sulit, namun juga tak boleh meremehkan. Kawan-kawan anggota Timsus Pendaki Difabel biasanya memerlukan waktu 20 menit saja, dari kaki gunung mencapai puncak, melewati jalur petani. Waktu tersebut ditempuh dengan perjalanan santai, kalau capek atau ngos-ngosan ya  istirahat saja dulu.

Jalur petani adalah jalan yang biasa digunakan warga sekitar gunung yang bercocok tanam di Gunung Wedon. Ada lagi jalan lainnya, yaitu jalur pemuda, track untuk pelatihan difabel mendaki gunung. Satunya lagi jalur Difpala, ini lebih landai namun dua kali lebih jauh sebab mengitari gunung. Bagi yang suka variasi pemandangan selama pendakian, mendaki melalui jalur ini adalah pilihan yang tepat.

 

Transportasi menuju Gunung Wedon

Gunung Wedon juga tidak sulit ditemukan, nggak jauh dari Pasar Lawang. Dari pasar tersebut menggunakan mobil atau sepeda motor memerlukan waktu sekira 5 menit saja sampai lokasi parkir di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Anda bisa ikuti map ini: Lokasi Parkir Wisata Gunung Wedon.

Informasi: 085764639993 (Ken Kerta)

 

Lihat video Rintisan Bhumi Perkemahan Inklusi Gunung Wedon:

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *