Olah Nafas untuk Penyembuhan Pribadi

Penulis: Ken Kerta*)

 

 

Di tengah kepanikan sebagian masyarakat tentang Covid-19, saya ingin bercerita bagaimana penyelarasan energi alam semesta yang ada dalam diri manusia dapat menghasilkan kesehatan lahir dan batin, teknisnya melalui olah nafas. Pengetahuan ini saya andalkan sejak tahun 1990 lalu untuk menjaga stamina dan mengobati sakit. Lantas bagaimana caranya?

 

 

Mengenal Olah Nafas

 

Olah nafas merupakan pengaturan masuk keluarnya udara serta penyaluran energi yang terkadung dalam udara untuk mengaktifkan simpul energi yang berada dalam tubuh manusia. Di tahap awal, olah nafas bekerja sebagai rekayasa yang mungkin membebani, namun dalam tahap berikutnya ketika telah terlatih, akan menjadi kebiasaan sehari-hari yang automatis dipraktekkan.

 

Pengetahuan olah nafas saya pelajari sejak tahun 1990 atau ketika masih bersekolah tingkat SMP kelas 2. Guru olah nafas saya adalah R. Suwadji Dwijo Sudarmo, orangtua sendiri. Saat ini, tahun 2021 di usianya yang ke 88 tahun, beliau masih dalam keadaan sehat.  Tentu saja sehat dalam konteks orang sepuh atau lanjut usia, ya sakit-sakit dikit itu hal biasa.

 

Lakune ngeningno rasa nalika arep turu ben awake sehat,” tutur Bapak ketika itu, yang artinya tata cara mengheningkan rasa sebelum tidur agar badan sehat.

 

Caranya, tidur telentang, pusatkan seluruh rasa pada ujung hidung. Berdoalah untuk keselamatan dan kesehatan, tak ada doa khusus melainkan mengutamakan niat. Bernafaslah seperti biasa, namun rasakanlah setiap tarikan dan hembusan nafasmu terkonsentrasi pada ujung hidung, terang Bapak.

 

Untuk memudahkan mengingat, teknik ini saya namakan nafas rasa, sebab terfokus pada rasa yang titiknya ada di ujung hidung atau cakra rasa. Cakra artinya energi.

 

Berdasarkan pengalaman teknik nafas rasa secara batin bermanfaat untuk menguatkan mawas diri, meningkatkan ketenangan, serta menajamkan kewaskitaan atau kemampuan untuk mendeteksi hal-hal yang masih belum terungkap. Sedangkan secara lahir membuat tidur pulas sehingga bangun tidur dengan kondisi lebih fit.

 

Mengapa olah nafas bisa menyehatkan? Apa kaitannya dengan penyelarasan energi alam semesta yang ada dalam diri manusia? Jawabnya ada di sepanjang artikel ini, mohon dibaca secara teliti hingga selesai.

 

Olah nafas neng ning

 

Seiring waktu berjalan saya mempelajari olah nafas dari beberapa guru, melakukan eksperimen-ekperimen dan menyimpulkan, diantaranya pengembangan teknik nafas cipta. Teknik olah nafas ini terfokus pada cipta yang titiknya terletak diantara dua mata atau cakra cipta.  

 

Caranya, tidur telentang, pusatkan seluruh rasa pada cakra cipta. Berdoalah untuk keselamatan dan kesehatan, tak ada doa khusus melainkan mengutamakan niat. Bernafaslah seperti biasa, namun rasakanlah setiap tarikan dan hembusan nafasmu terkonsentrasi pada titik diantara dua mata tersebut.

 

Berdasarkan pengalaman teknik nafas cipta, secara batin bermanfaat untuk menguatkan daya pikir, meningkatkan ketenangan, serta menajamkan pandangan dan membangun kewibawaan. Sedangkan secara lahir membuat tidur pulas sehingga bangun tidur dengan kondisi lebih fit.

 

Setiap akan tidur kedua macam olah nafas rasa dan cipta boleh dipraktekkan, tidak terdapat bahaya yang timbul melainkan hanya manfaat. Prakteknya mengkombinasikan kedua olah nafas tersebut.

 

Caranya, tidur telentang, pusatkan seluruh rasa pada cakra cipta. Berdoalah untuk keselamatan dan kesehatan, tak ada doa khusus melainkan mengutamakan niat. Tarik nafas ringan dan pusatkan pada cakra cipta, kemudian lepas nafas dan pusatkan pada cakra rasa.

 

Penyatuan kedua teknik olah nafas diatas disebut sebagai nafas neng ning. Filosofinya neng adalah meneng atau diam, sedangkan ning adalah keheningan. Nenging badan, ninging jiwa ataunya diamnya tubuh dan heningnya jiwa.

 

Nafas neng ning selain menggabungkan seluruh manfaat diatas, juga dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan pribadi. Teknisnya sangat sederhana, yaitu tidur telentang, pegang bagian yang sakit, misal tangan atau dada. Jika tidak mungkin memegang karena diluar jangkauan, misal sakit pada punggung atau jempol kaki, maka cukup pusatkan rasa saja. Lakukan nafas neng ning, kemudian salurkan energi pada bagian yang sakit.

 

Olah nafas neng ning bisa dilakukan setiap hari menjelang tidur. Teknik ini selain bermanfaat menjaga kesehatan juga menyembuhkan sakit ringan seperti sakit kepala dan kecapekan. Sedangkan untuk sakit yang sudah fatal seperti kanker, maag berat, patah tulang dan sebagainya, olah nafas ini berfungsi untuk meringankan gejala dan meningkatkan imunitas sehingga rasa sakit berkurang atau mempercepat proses penyembuhan.

 

Dasar pengertian energi alam semesta

 

Olah nafas neng ning untuk kesehatan menggunakan bahan dasar energi alam semesta yang terkadang dalam udara. Maka melakukannya dalam ruangan yang bersih dan aman sangat dibutuhkan agar praktek olah nafas berjalan baik.

 

Lantas apa kaitannya dengan penyelarasan energi alam semesta yang ada dalam diri manusia? Sekali lagi, jawabnya ada di sepanjang artikel ini, mohon dibaca secara teliti hingga selesai.

 

Energi alam semesta adalah kekuatan yang terkandung dalam seluruh bagian alam baik benda hidup maupun benda mati, termasuk manusia, tak terkecuali benda yang kasat mata dan tidak kasat mata. Energi alam semesta juga termuat dari benda yang besar seperti planet juga yang kecil sekalipun seperti virus.

 

Pada prinsipnya energi alam semesta bersifat hidup, menghidupi dan teratur. Hidup, bahwa segala sesuatu yang mengandung energi alam semesta memiliki kehidupan dengan masing-masing keunikannya. Contohnya kehidupan manusia, semut, dan pohon yang berbeda. Bahkan batu pun pada hakikatnya memiliki kehidupan sehingga bisa menghidupi lumut. Hidup juga berarti tidak mati, maka hakikat kematian adalah fase menuju kehidupan berikutnya.

 

Selanjutnya, energi alam semesta bersifat teratur yaitu segala sesuatu berjalan sesuai peran dan fungsinya, termasuk ketaatan waktu, misalnya peredaran tata surya, terbit dan tenggelamnya matahari, kelahiran, kematian dan sebagainya.

 

Untuk mempertahankan keteraturannya, energi alam semesta merespon segala bentuk yang ingin mempengaruhi keteraturan. Misalnya adanya perusakan alam oleh manusia, responnya adalah bencana alam, wabah penyakit, kematian dan lainnya.

 

Dalam keyakinan tertentu pusat dari energi alam semesta disebut sebagai Maha Kuasa. Artinya pengetahuan energi alam semesta beserta praktek penyelarasannya untuk kesehatan ini merupakan wujud usaha dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Mengetahui energi alam semesta yang termuat dalam diri manusia

 

Seluruh isi alam semesta termuat dalam keteraturan, tak ada satupun yang bisa menolak atau keluar dari keteraturan tersebut termasuk manusia. Mereka bisa saja mengembangkan teknologi untuk memudahkan kehidupan namun tak akan pernah bisa merekayasa denyut jantung secara automatis.

 

Ada berbagai teori pengetahuan tentang energi alam semesta ini. Khususnya dalam tulisan ini, mengambil dari sudut pandang salah satu ilmu Jawa.

 

Energi alam semesta yang bersifat hidup dan teratur termuat dalam jiwa atau badan alus, yang kemudian badan alus ini termuat dalam fisik atau badan wadag.

 

Badan alus diidentifikasi dengan adanya cipta (kehendak), rasa (pertimbangan), dan karsa (perbuatan). Tiga hal tersebut kemudian disebut sebagai pancer atau pusat energi yang berada dalam diri manusia. Selain itu terdapat pula empat elemen yang berfungsi mewujudkan cipta, rasa, dan karsa. Elemen-elemen tersebut  disebut nafsu yang masing-masing memiliki sifat berbeda.

 

Sifat ingin menguasai/ ambisius disebut sebagai nafsu aluamah, kemudian sifat emosional disebut sebagai nafsu amarah. Selanjutnya sifat ingin memiliki disebut nafsu supiyah, dan sifat kejujuran disebut nafsu mutmainah.

 

Pancer dan empat sifat tersebut merupakan satu kesatuan yang kemudian disebut sebagai sedulur papat lima pancer. Secara harafiah jika satu persatu diartikan adalah sedulur= saudara yang memberikan makna kesatuan, papat= empat, lima=lima, pancer=pusat. Secara maknawiyah adalah satu kesatuan yang terdiri dari 5 hal, yaitu satu sebagai pusat beserta empat elemennya.

 

Kemudian tentang badan wadag, bahwa fisik ini bisa diidentifikasi dalam wujud kesatuan kulit, rambut, daging, jantung, darah, otot, sel sebagainya. Kelak jika badan wadag tersebut rusak atau tak lagi berfungsi maka badan halus akan meninggalkan wadahnya.

 

Ditinggalkannya badan wadag oleh jiwa ini kemudian disebut mati atau kematian. Ya, mati dalam konteks untuk menyebut tak lagi berfungsinya fisik, namun masih terdapat badan alus atau jiwa yang hidup yang akan menjalani fase kehidupan selanjutnya.

 

Maka kematian adalah terpisahnya fisik dan jiwa. Tak adanya lagi jiwa dalam fisik, ditandai dengan tak ada laginya nafas. Artinya melakukan olah nafas berarti menyadari adanya jiwa yang selama ini menghidupi fisik.

 

Penyebab manusia sakit

 

Definisi sakit secara umum adalah gangguan kesehatan baik lahir maupun batin. Gangguan kesehatan lahir adalah ketika fisik mengalami kondisi yang mengancam keselamatan, misal kulit tergores, lambung luka, jantung lemah, syaraf otak mengalami gangguan dan sebagainya.

 

Sedangkan gangguan kesehatan batin berkaitan dengan eksistensi otak dan jiwa. Yang pertama, selama jiwa atau badan alus masih termuat dalam badan wadag, otak manusia berfungsi sebagai penampung sinyal cipta dan rasa dan mengubahnya sebagai perintah bagi tubuh dalam bentuk karsa atau perbuatan.

 

Selanjutnya yang kedua karena otak berkaitan dengan cipta, rasa dan karsa yang merupakan elemen jiwa, maka gangguan kesehatan batin disebut juga gangguan jiwa.

 

Ketika otak tidak berfungsi dengan baik, yang terjadi adalah salah menterjemahkan cipta dan rasa, sehingga melahirkan karsa atau perbuatan yang dianggap tidak wajar dan tidak normal oleh lingkungan. Sementara orang yang mengalami gangguan kesehatan batin atau gangguan jiwa dalam tingkat keparahan tertentu kerap kali merasa dirinya tidak bermasalah atau baik-baik saja. Maka indikator gangguan jiwa adalah adanya perilaku yang berbeda dan dianggap tidak normal oleh lingkungannya.

 

Pertanyaannya, apakah gangguan jiwa murni disebabkan oleh masalah otak? Jawabnya iya dan tidak. Iya, ketika terjadi kerusakan syaraf akibat kecelakaan, benturan, dan lainya. Tidak, ketika perilaku yang tidak normal tersebut muncul dari gerak jiwa yang tidak sinkron dengan otak.

 

Penjelasan gerak jiwa yang tidak sinkron, bahwa jiwa yang mengandung cipta, rasa, dan karsa, serta empat macam nafsu yaitu aluamah (keserakan), supiyah (keinginan memiliki), amarah (emosional), dan mutmainah (kebajikan), kemudian disebut sedulur papat lima pancer terdapat proses saling mempengaruhi didalamnya.

 

Sedikit contoh, orang yang amarahnya dominan akan cenderung tempramen, lalu ketika dipadu dengan dominasi aluamah, orang bisa menjadi pembunuh berdarah dingin yang seakan tanpa merasa bersalah melakukan pembantaian.

 

Contoh lainnya, ketika seseorang mengalami depresi yang dipicu oleh persoalan hidup. Faktor yang mungkin terjadi adalah minimnya peran rasa (elemen jiwa untuk fungsi pertimbangan). Cipta dan rasa bergerak tidak sinkron dengan otak. Seperti dalam kasus orang ngengleng (bahasa Jawa yang artinya orang diam hingga berjam-jam bahkan berhari-hari), cipta dan rasa bergerak sendiri tanpa memberikan perintah pada otak, sehingga tak ada karsa (perbuatan) yang terjadi. Sementara otak masih memiliki ingatan, mengetahui segala sesuatu yang terjadi namun tidak melakukan perbuatan apapun.

 

Menyembuhkan yang sakit

 

Dari keterangan diatas, diketahui adanya ganguan kesehatan lahir dan batin, atau sakit fisik dan sakit jiwa. Seluruh sakit baik fisik maupun jiwa berkaitan dengan jiwa, dasarnya bahwa fisik adalah merupakan wadah jiwa sekaligus kendaraan bagi jiwa untuk mewujudkan cipta, rasa, dan karsa. Maka pengobatan fisik idealnya adalah pertolongan pertama, sedangkan keberlanjutannya adalah pengendalian jiwa, yang berfungsi sebagai pengobatan fisik dari dalam diri, serta pencegahan untuk terjadi sakit lagi di kemudian hari.

 

Sebagai contoh adalah orang yang mengalami sakit maag, apakah berkaitan jiwa? Menelusuri sakit maag terdapat beberapa hal penting terkait sumber dan penanganannya:

  1. Maag disebabkan pola makan yang tidak baik, misal telat makan, makan terlalu pedas atau asam dan sebagainya. Maag juga bisa disebabkan pola pikir yang tidak baik, misal terlalu cemas berkepanjangan sehingga produksi asam lambung berlebihan
  2. Pola makan dan pola pikir yang kurang baik bersumber kepada pengetahuan dan kesadaran hidup, keduanya adalah konsumsi jiwa.
  3. Bahwa jiwa yang terus belajar akan memiliki pengetahuan dan kesadaran yang baik, sehingga melahirkan perilaku hidup yang baik pula, termasuk pola makan dan pola pikir tentunya.
  4. Maka pengobatan sakit maag meliputi pengobatan fisik dengan cara mengkonsumsi obat maag, dan pengobatan jiwa melalui peningkatan perilaku hidup.

 

Pengobatan yang hanya fokus pada masalah fisik banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contoh terkini adalah bagaimana masyarakat menghadapi pandemi. Dimulai dari perilaku standar prokes yaitu melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), hingga sikap yang terkesan berlebihan seperti menggunakan kaca mata renang, mengurung diri dalam rumah, hingga berebut belanja tisu dan susu.

 

Hal tersebut juga disuburkan dengan adanya sosialisasi dan informasi Covid-19 yang lebih menekankan soal resiko kematian. Seluruh upaya menghadapi pandemi nampaknya masih banyak terfokus pada penanggulangan secara fisik.

 

Idealnya penanganan pandemi juga berorientasi pada sisi batiniah, yaitu pengetahuan yang tepat tentang Covid-19 yang menimbulkan kesadaran masyarakat menjalani protokol kesehatan sebagai tanggungjawab bersama.

 

Penutup

 

Kesimpulannya adalah bahwa pengobatan fisik harus disertai dengan pengobatan jiwa, berlaku untuk seluruh gangguan kesehatan. Pengobatan fisik adalah pertolongan pertama untuk mengurangi gejala, sedangkan pengobatan jiwa merupakan inti seluruh pengobatan yang berperan tak hanya mengobati melainkan mencegah terjadinya kembali gangguan kesehatan, serta merawat kesehatan.

 

Lantas apa kaitannya dengan olah nafas nengning? Terdapat dua kaitan penting, yang pertama olah nafas sebagai olahraga yang berfungsi mengoptimalkan asupan oksigen ke dalam paru-paru dan darah sehingga proses metabolisme berjalan baik.

 

Kaitan yang kedua adalah olah nafas sebagai pengantar pengetahuan tentang jiwa yang bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran hidup dan meningkatkan kemampuan adaptasi dan stabilitas kesehatan lahir dan batin terhadap perubahan situasi dan kondisi lingkungan.

 

*) Penulis adalah Pendiri Sanggar Silaturahmi Pangastuti (2001)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *