Olah Nafas untuk Penyembuhan

Olah Nafas untuk Penyembuhan Pribadi

Menjaga kesehatan, saya menggunakan metode olah nafas untuk penyembuhan pribadi. Hasilnya badan sehat, fikiran tenang. Adem ayem tentrem, terhindar dari sifat iri dan dengki. Sehingga rejekipun mengalir penuh berkah.

 

Di tengah kepanikan sebagian masyarakat tentang Covid-19. Saya Ken Kerta, ingin berbagi tentang kesehatan yang lahir dari penyelarasan energi alam semesta.

Energi itu ada dalam diri setiap manusia dan merupakan anugerah Tuhan.

Teknis penyelarasan itu melalui olah nafas. Pengetahuan ini saya andalkan sejak tahun 1990. Atau saat saya masi duduk di bangku SMP. Pertama kali mengajari saya olah nafas adalah R. Suwadji Karto Sudarmo, orangtua saya sendiri.

Manfaat dari olah nafas di antaranya untuk pemyembuhan diri. Di level berikutnya, olah nafas berfungsi meningkatkan kewaskitaan, kewibawaan, daya asih serta kekuatan berpikir,

Olah nafas juga bisa digunakan untuk membantu penyembuhan untuk orang lain. Lantas bagaimana caranya?

 

Mengenal Olah Nafas

Olah nafas adalah pengaturan pernafasan yang melibatkan beberapa elemen tubuh, di antaranya hidung, paru-paru, perut, mulut, dan cakra.

Cakra dalam konteks olah nafas ini adalah titik energi yang dalam tubuh manusia. Olah nafas melatih titik tersebut untuk fungsi tertentu.

Di antaranya cakra rasa berfungsi sebagai alat kepekaan. Ia berada di ujung hidung. Kemudian cakra cipta berfungsi sebagai alat untuk melahirkan kehendak. Ia berada di antara dua mata, atau pada pertemuan dua alis.

 

Memahami Energi alam semesta

Seluruh wujud di alam semesta memiliki energi atau kekuatan. Sebab ia memiliki kekuatan adalah hidup. Ciri hidup adalah ia bisa berkembang, baik dalam bentuk yang sama maupun bentuk lainnya.

Contoh mudahnya adalah manusia. Ia berkembang menjadi manusia lainnya. Setelah manusia “mati,” ia berproses menjadi tanah. Elemen-elemennya diserap oleh cacing dan tumbuhan. Sehingga cacinh dan tumbuhan bisa berkembang menjadi makhluk-makhluk yang serupa. Dan seterusnya.

Selama ini banyak orang tak menyadari, bahwa batu pun memiliki energi/kekuatan. Artinya ia hidup, sehingga mampu menghidupi lumut.

Dalam kontek ilmu Jawa disebutkan, sifating Urip iku Hanguripi. Artinya sifatnya Hidup itu Menghidupi.

 

Energi alam semesta dalam diri

Seluruh wujud di alam semesta memiliki energi/kekuatan. Sebab ia memiliki kekuatan adalah hidup. Maka seluruh wujud di alam semesta mampu memberikan kehidupan kepada wujud-wujud lainnya. Ini bisa kita lihat dalam pengetahuan rantai makanan.

Baca juga  Dari Penyandang Disabilitas untuk Bawaslu

Manusia merupakan bagian dari alam semesta. Kekuatan dalam diri manusia merupakan sinergitas kekuatan seluruh elemen alam semesta. Bahkan menurut konteks keyakinan tertentu, manusia berasal dari tanah.

Dalam tanah pun terdiri dari berbagai unsur. Di antaranya udara, air, api, dan lainnya. Artinya dalam diri manusia terdapat unsur-unsur energi yang kompleks.

Dalam tulisan ini, energi tersebut dikelola sebagai olah nafas untuk penyembuhan diri.

Selain upaya olah nafas, dalam upaya untuk penyembuhan diri, manusia bisa mensuplai energi alam semesta dalam bentuk makanan dan minuman. Misalnya memakan daun-daunan obat, meramu akar dan dedaunan sebagai jamu, dan sebagainya.

 

Sudut pandang dari Ilmu Jawa

Mengenal sedulur papat lima pancer

Dalam ilmu Jawa terdapat berbagai sudut pandang tentang kekuatan alam semesta yang ternuat dalam diri. Berbagai sudut pandang tersebut adalah hal positif yang lahir dari pengalaman hidup masing-masing, pengaruh lingkungan, asimilasi budaya dan sebagainya.

Pada artikel ini, salah satu sudut yang saya pahami terkait olah nafas untuk penyembuhan adalah “sedulur papat lima pancer.”

Makna harfiah sedulur papat lima pancer adalah saudara empat dan ke-5 pusat. Artinya, dalam diri manusia terdapat 4 potensi dan satu titik pusat. Potensi itu yang selama ini menjadikan manusia bisa melakukan banyak hal, yang baik maupun yang buruk.

4 potensi tersebut adalah hawa nafsu. Ke-1 nafsu Mutmainah yaitu kebajikan. Yang ke-2 nafsu Aluamah atau sifat ingin menguasai. Ke-3 nafsu Amarah atau ambisi. Kemudian ke-4 nafsu Supiyah atau keinginan untuk memiliki.

Selanjutnya yang kelima adalah pusat kontrol seluruh elemen nafsu tersebut, yang disebut sebagai Pancer.

 

Mengenal cipta, rasa, dan karsa

Pancer sebagai pusat kontrol nafsu manusia, memliki 3 elemen penting, yaitu cipta, rasa, dan karsa. Cipta adalah kekuatan menciptakan. Rasa adalah daya untuk menimbang kebaikan dan keburukan. Sedangkan karsa adalah kemampuan untuk mewujudkan.

Dalam sub judul sebelumnya, mengenal olah nafas, 3 elemen penting tersebut sama dengan cakra.

Khususnya elemen cipta dalam konteks manusia yang masih bersubyek “hidup,” termuat dalam otak. Namun tidak serta merta orang dengan IQ tinggi memiliki kemampuan cipta yang baik, sebab masih ada elemen terkait lainnya yaitu rasa dan karsa.

 

Praktik olah nafas

Olah nafas dalam konteks kebatinan, baik ilmu Jawa atau spiritual lainnya, memuat makna bersyukur.  Coba ingat, berapa tarik nafas kita per hari. Sebagian besar orang tidak memperhatikan hal ini, bahkan tidak menyadari bahwa saat ini ia tengah bernafas.

Baca juga  Difabel Ngecamp dan Mewarnai Topeng Malangan

Wujud syukur di antaranya memanfaatkan pernafasan dengan sebaik-baiknya. Manfaat tersebut dalam artikel ini, fokus pada olah nafas untuk penyembuhan diri maupun orang lain.

 

Melatih kepekaan dan kewaskitaan

Tahap awal belajar olah nafas untuk penyembuhan adalah melatih kepekaan dan kewaskitaan.

Kepekaan artinnya kemampuan untuk memahami diri dan lingkungan. Kemampuan untuk menyadari, apa sebenarnya yang tengah terjadi.

Termasuk dalam hal ini untuk memahami apakah diri sedang sehat atau sakit. Apa penyebab sakit, dan lainnya.

Sedangkan kewaskitaan adalah kemampuan untuk mendeteksi sesuatu yang belum terjadi, maupun sudah terjadi namun tidak nampak atau tidak disadari.

“Lakune ngeningno rasa nalika arep turu ben awake sehat,” tutur Bapak ketika itu. Artinya mengheningkan rasa sebelum tidur agar badan sehat.

Caranya, tidur telentang, pusatkan seluruh rasa pada ujung hidung. Berdoalah untuk keselamatan dan kesehatan, tak ada doa khusus melainkan mengutamakan niat.

Bernafaslah seperti biasa, namun rasakanlah setiap tarikan dan hembusan nafasmu terkonsentrasi pada ujung hidung. Teknik ini dilakukan hingga merasa cukup atau hingga tertidur dan tidak beresiko apapun.

 

Melatih kekuatan berpikir

Teknik olah nafas lainnya adalah memusatkan olah nafas pada cakra cipta. Cakra tersebut terletak diantara dua mata, atau pada pertemuan dua alis.

Caranya, tidur telentang, pusatkan seluruh rasa di antara dua mata. Berdoalah untuk keselamatan dan kesehatan, tak ada doa khusus melainkan mengutamakan niat.

Bernafaslah seperti biasa, namun rasakanlah setiap tarikan dan hembusan nafasmu terkonsentrasi pada cakra cipta. Teknik ini dilakukan hingga merasa cukup atau hingga tertidur dan tidak beresiko apapun.

 

Teknik olah nafas Nengning

Olah nafas nengning merupakan rangkaian dua olah nafas yang melatih cakra cipta dan cakra rasa. Hasil dari olah nafas ini adalah stabililitas kesehatan yang lahir dari stabilitas energi. Energi yang stabil kemudia bisa dimanfaatkan melalui olah nafas untuk penyembuhan pribadi dan orang lain.

Teknik olah nafas Nengning sangat sederhana. Melakukannya bisa dengan duduk bersila ataupun tidur terlentang.

Teknik ini terdiri dari dua model. Pertama adalah model relaksasi. Ke-2 adalah model olahraga.

 

Model relaksasi

Duduk bersila atau tidur terlentang. Berdoalah untuk keselamatan dan kesehatan, tak ada doa khusus melainkan mengutamakan niat.

Bernafaslah secara lebih teratur, pelan dan menikmati. Pertama, tarik nafas pelan dan pusatkan konsentrasi pada cakra cipta. Lalu hembuskan nafas pelan, pusatkan konsentrasi pada cakra rasa.

Terus dan berulang. Teknik ini dilakukan hingga merasa cukup atau hingga tertidur dan tidak beresiko apapun.

 

Model Olahraga

Duduk bersila, badan tegap. Berdoalah untuk keselamatan dan kesehatan, tak ada doa khusus melainkan mengutamakan niat. Bernafaslah secara lebih teratur, pelan dan menikmati.

Baca juga  Portal Jalan di Masa Corona, untuk Apa?

Tarik nafas pelan selama lima hitungan, pusatkan konsentrasi pada cakra cipta. Lalu tahan di perut selama lima hitungan juga. Kemudian tahan di dada selama lima hitungan. Selanjutnya hembuskan nafas pelan melalui hidung. Pusatkan konsentrasi ada cakra rasa.

Terus keluarkan nafas, dan kosongkan nafas dengan cara mengeluarkan udara lewat mulut dan mengempiskan perut. Tahan kekosongan tersebut hingga 5 hitungan. Setelah itu kembali ke awal menarik nafas.

Waktu olahraga, tahap awal cukup maksimal 5 menit saja. Terus berlatih hingga mencapai 15 menit. Durasi latihan cukup sehari sekali selama 15 menit. Tidak boleh berlebihan.

 

Penyembuhan pribadi dan orang lain

Setelah menjalani latihan olah nafas. Terdapat tiga perubahan penting dalam diri. Ke-1 menyadari bahwa diri tengah bernafas. Ke-2 stabilitas kesehatan diri. Dan ke-3 adalah kemampuan untuk menggunakan energi melalui olah nafas untuk penyembuhan diri dan orang lain.

 

Teknis penyembuhan pribadi

Sesunguhnya pelatihan olah nafas baik model relaksasi maupun model olahraga, keduanya secara automatis merupakan teknis penyembuhan diri.

Namun dalam kasus tertentu, misalnya sakit kepala, atau nyeri sebab keseleo, capek pada bagian tertentu dan lainnya. Dalam proses olah nafas model relaksasi, saat menghembuskan nafas, salurkan pada obyek yang ingin dipulihkan.

 

Teknis penyembuhan orang lain

Selanjutnya teknis olah nafas untuk penyembuhan orang lain. Dalam proses olah nafas model relaksasi, saat menghembuskan nafas, salurkan pada obyek yang ingin dipulihkan.

Teknis penyaluran pada obyek bisa melalui sentuhan tangan, pemusatan fikiran, tiupan nafas, maupun media air minum.

 

Penutup

Demikian sekilas tentang olah nafas untuk penyembuhan pribadi dan orang lain. Belajar olah nafas ini bisa melalui artikel ini yang dibaca secara teliti. Namun akan lebih utama jika belajar secara langsung dan mendapatkan bimbingan pelatih secara langsung.

Materi ini saya ajarkan pertama kali tahun 2001 di Sanggar Silaturahmi Pangastuti. Sebuah wadah pelestari budaya Jawa yang saat itu saya dirikan di Lampung.

Semoga bermanfaat. (Ken)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.