Tanggap Darurat Covid-19 Omah Difabel Produksi Masker Filter

Saat ini dunia tak hanya sedang darurat  Covid-19 namun juga darurat ketersediaan alat pelindung diri (APD). Termasuk masker, hand sanitizer  bahkan belakangan cairan pemutih pakaian yang bisa dijadikan bahan dasar disinfektan pun  juga langka di pasaran. Untuk itu Omah Difabel Lingkar Sosial (Linksos) didukung PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, mengambil peran produksi masker filter sebagai bentuk kontribusi upaya penanggulangan corona virus tersebut.

“Kami memutuskan untuk produksi masker berkwalitas dengan harga terjangkau, sebagai bentuk kontribusi pada upaya penanggulangan Corona,” tutur Manager Omah Difabel, Widi Sugiarti (30/3) di tempat kerjanya, Desa Bedali.

Omah Difabel merupakan sekretariat Yayasan Lingkar Sosial Indonesia sekaligus workshop pemberdayaan difabel. Beralamat di Jl. Yos Sudarso RT 4 RW 7 Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Masker sangat penting bagi mereka yang saat ini ada di garis depan penanggulangan Corona, diantaranya para medis, jurnalis, TNI- Polri, relawan masyarakat dan sebagainya. Maupun mereka yang sedang stay at home  atau berdiam diri di rumah untuk memutus mata rantai penularan.

“Secara ekonomi membuat masker adalah kegiatan bisnis, namun secara sosial ini kontribusi kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Harga saat ini per 1 April 2020 adalah 40.000,- per pack, isi 5 pcs,” terang Widi. Ini harga normal dengan profit sewajarnya bagi kami para difabel yang bekerja.

Masker ini memiliki filter yang bisa di isi ulang. Harga filter hanya 5000 rupiah per pack isi 10 pcs.

“Namun harga flutuatif, bisa mengalami kenaikan sewaktu-waktu, baik untuk masker maupun filter, disesuaikan dengan harga bahan produksi di pasar,” terang Widi menginformasikan.

 

Apa keunggulan masker filter?

Mitra Omah Difabel dari PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Ayu Bulan Febry merinci keunggulan masker filter.

“Bagaimana masker filter ini membantu melindungi penggunanya? Masker terdiri dari tiga lapis, yaitu dua kain pelindung dan satu filter,” tutur Febry sapaan akrabnya.

Kain pelindung terbuat dari katun, sehingga nyaman bagi penggunanya. Sedangkan filter terbuat dari kain nonwoven yang relatif rapat menyaring udara dari debu dan menghambat paparan bakteri dan virus.

“Kami juga menerapkan bio security, selain diawali dengan kebersihan diri para pembuat masker, di tahap finishing masker disetrika dengan suhu tinggi sehingga dipastikan steril, lalu dikemas dalam plastik yang rapat,” terang perempuan yang saban hari bekerja untuk promosi kesehatan rumah sakit di RSJ Lawang itu.

Ramah Lingkungan

Kami tidak ingin menyumbang lebih banyak lagi sampah produksi di bumi ini. Maka Masker Filter produk  Omah Difabel bisa dicuci berulang kali, cukup ganti fiternya saja. Filter harus diganti setiap hari. Refill filter bisa diperoleh melalui pemesanan ke Omah Difabel, atau bisa juga memanfaatkan tissu basah sebagai filter.

Bagaimana cara pemesanan?

Anda bisa datang langsung ke OMAH DIFABEL di Jl Yos Sudarso RT 4 RW 7 Dusun Setran, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Atau kontak 0857-64639993 (Ken), 0812-3354795 (Febry)

Facebook Comments
WhatsApp chat