Kesurupan Harimau atau Telat Minum Obat?

Yoyop (bukan nama sebenarnya) nampak dipegang beberapa pria dan dikeruminuni banyak orang di depan mini market Bedali Indah. Ia meronta-ronta dengan jari tangan seperti cakar harimau, tubuhnya kaku. Lokasi kejadian sekira 5 km dari kediamannya.

“Nggak kuat ilmu, mungkin salah amalan,” komen seseorang ketika saya tiba di lokasi kejadian.

Orang-orang yang berkerumum minggir memberi jalan ketika saya mendekat. Hmm, mungkin dikira dukun, dengan kostum yang saya pakai ketika, kaos hitam, celana komprang, dan mengenakan udeng (semacam blangkon).

“Yoyop, ayo ikut pak Ken,” ujarku sambil mengulurkan tangan.

Yoyop memandangku, diam dan tak lagi meronta. Namun badannya masih nampak kaku dengan jari-jari tangan masih seperti harimau yang siap mencakar. Orang-orang pun mulai melepas pegangannya. Yoyop nurut dan menyambut uluran tanganku.

Semua pandangan mata tertuju pada kami. Bagi yang nggak tahu kalau saya adalah penggiat keswa (kesehatan jiwa), mungkin mengira semacam dukun atau orang pintar yang bisa menyembuhkan orang kesurupan.

Saya rangkul cowok remaja yang katanya kesurupan itu agar tenang, lalu saya ajak menuju bengkel produksi (bengpro) Omah Difabel yang kebetulan tak jauh dari lokasi.

“Harusnya rutin minum obat, saya sibuk kerja diluar rumah nggak bisa kontrol,” ujar bapaknya sambil menoleh ke istrinya.

“Ternyata pura-pura minum obat, nggak ditelan,” terang ibu Yoyop.

“Aku dirukiyah saja pak,” sahut Yoyop.

Ya begitulah, pemahaman sebagian masyarakat masih minim dan beragam tentang kesehatan jiwa, bahkan penyandang masalah keswa dan keluarganya.

Saya sendiri berharap adanya kolaborasi antara Omah Difabel, Pemerintah Desa, Puskesmas, dan Rumah Sakit Jiwa, untuk memberikan edukasi keswa ke masyarakat, serta pendampingan sosial selain pengobatan medis.

Kesiapan Omah Difabel Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) saat ini memiliki program pelatihan keterampilan kerja berkelanjutan yang pula mendukung permodalan dan pemasaran, bekerjasama dengan lintas sektor seperti dinas terkait, dan, badan zakat, lintas organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi serta sektor swasta. (Ken)

 

Facebook Comments