MALANG – Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) turut menghadiri kegiatan gathering ketenagakerjaan dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Senin (5/5/2025).
Acara yang bertema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional” itu berlangsung di Cemara Ballroom, Karanglo, Singosari, dengan slogan “May Day is Kolaborasi Day.”
Founder LINKSOS, Ken Kerta, mengapresiasi pelibatan organisasi disabilitas dalam kegiatan ini. Namun, ia menilai even tersebut belum menyentuh isu penting mengenai inklusivitas di dunia kerja. “Belum ada pesan dari para pembicara yang menyuarakan inklusi tenaga kerja disabilitas. Padahal, persoalan disabilitas dalam dunia kerja masih nyata,” ujar Ken.
Menurutnya, tantangan terbesar yang masih terjadi adalah kurangnya pemahaman manajemen perusahaan dan karyawan tentang teknik dan etika interaksi dengan penyandang disabilitas. Ia menambahkan, cara pandang karikatif—yang melihat disabilitas hanya dari sisi belas kasihan—masih dominan.
“Hal ini membuat disabilitas tidak mendapatkan porsi kerja dan pengembangan karir yang layak. Bahkan tak jarang menjadi sasaran perundungan karena dianggap lemah atau tidak mampu,” jelas Ken.
LINKSOS juga menyoroti absennya penyebutan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan dalam acara tersebut. Padahal, ULD Ketenagakerjaan Kabupaten Malang telah terbentuk dan seharusnya menjadi bagian penting dalam diskusi ketenagakerjaan inklusif.
Meski demikian, LINKSOS tetap mengapresiasi Pemkab Malang, khususnya Disnaker dan perusahaan-perusahaan yang telah merekrut tenaga kerja disabilitas. Ken berharap, ke depan terjalin kolaborasi lebih kuat antara Disnaker, ULD, perusahaan, dan LINKSOS.
“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan, asalkan ada pelatihan dasar pendampingan dan etika interaksi dengan disabilitas. Itu syarat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,” tegasnya.
Plt Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yudhi Hindharto, sebelumnya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dan industri dalam meningkatkan produktivitas nasional. Ia juga mencatat, saat ini terdapat lebih dari 7.200 perusahaan dan 67 ribu tenaga kerja di Kabupaten Malang.
