Giat Kader Posyandu Disabilitas di Tengah Wabah Corona

Sebagai penggerak kesehatan masyarakat, setidaknya terdapat dua hal yang kami lakukan. Pertama, mentaati himbauan Pemerintah terkait penanggulangan Covid-19, seperti membatasi jarak fisik (physical distancing) selama masa darurat, bekerja dari rumah (work from home) dan sebagainya. Kedua, tetap bergerak melayani masyarakat bahkan turut berjuang di garis depan, sesuai kapasitas tentunya. Ya, kami adalah para kader Posyandu Disabilitas yang turut menginisiasi beberapa kegiatan penanggulangan Covid-19 dari desa.

Keterlibatan aktif kami, Kader Posyandu Disabilitas sebagai masyarakat dalam pandemi dan bencana non alami ini, sangat sesuai dengan amanah UU RI Nomer 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana yang memuat amanah kemitraan dan pemberdayaan. Juga Permenkes Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan terkait pelibatan masyarakat dalam upaya kesehatan.

 

Penyemprotan disinfektan ke fasum dan pemukiman warga di Desa Bedali

Berawal giat  Lingkar Sosial Indonesia menginisiasi penyemprotan disinfektan di balai desa dan fasum di sekitar Omah Difabel. Berlanjut atas koordinasi dengan pemerintah Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh pemukiman warga dan fasilitas umum melalui alokasi dana desa.

Senang sekali, disini kami kembali merasa beruntung dengan adanya sikap Pemerintah Desa yang responsif terhadap ide-ide pembaruan. Dalam giat ini ibu Kepala Desa, pak Sekdes, para Kepala Dusun dan perangkat desa terjun langsung ke lapangan. Sedangkan kami para Kader berperan sebagai penunjuk jalan alur penyemprotan sekaligus sosialisasi ke rumah difabel yang kami jumpai.

Dalam kegiatan penyemprotan ini kami juga berkoordinasi dengan rekan-rekan PKRS RSJ Radjiman Wediodiningrat dan Puskesmas Lawang. Pemerintah Desa juga bekerjasama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta Yonkav dan Kostrad.

Terlepas dari berita belakangan bahwa penyemprotan disinfektan itu dinilai mubadzir, kami sendiri merasa bangga walau sedikit telah beraksi nyata pada masalah kemanusiaan ini.

 

Sosialisasi Covid-19 dari rumah ke rumah difabel

Pemerintah telah berupaya memberikan sosialisasi secara meluas ke masyarakat soal Covid-19. Kami sangat mengapesiasi hal ini. Namun nampaknya ada yang terlewatkan dalam hal ini, yaitu sosialisasi yang akses bagi difabel.

Contohnya ada tuli yang memerlukan infomasi dengan bahasa isyarat, tuna  netra yang memerlukan simulasi bagaimana 6 langkah mencuci tangan yang benar, kemudian anak-anak tuna grahita yang memerlukan informasi berulang hingga paham, serta kawan-kawan dengan gangguan jiwa yang kerap luput dari perhatian.

Dari 90 difabel yang terdata di Posyadu Disabilitas, belum semuanya bisa kami kunjungi. Sosialisasi telah kami priporitaskan Dusun Meling dan seluruh wilayah dusun Sengkrakan. Di kedua dusun ini terdapat beberapa difabel yang belum pernah hadir ke Posyandu Disabilitas.

Di Dusun Meling kami mendata baru 5 difabel, sedangkan di dusun Sengkrakan data baru terdapat 15 difabel. Harapannya semua warga dalam data baru ini kemudia bisa hadir dalam Posyandu Disabilitas. Kerjasama semua pihak, khususnya dorongan Kepala Dusun penting dalam mewujudkan hal ini.

 

Produksi Masker dan APD

Kami sangat mendukung program pemberdayaan ekonomi Lingkar Sosial Indonesia, diantaranya terkait darurat Covid ini, melalui Omah Difabel memproduksi masker dan pakaian APD atau hazmat. Beberapa anggota Posyandu Disabilitas bergabung sebagai mitra penjahit.

Untuk pembuatan masker, Omah Lingkar Sosial Indonesia bekerjasama dengan PKRS RSJ Radjiman Wedioningrat. Selain soal standar medik masker, mereka juga membantu pemasaran masker.

Sedangkan untuk produk APD, terkait standar medik, menurut Kasie Alkes Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Bapak Anis Muslim bahwa pakaian APD produk Omah Difabel Lingkar Sosial sudah standar medis. Hal ini disampaikan saat Pembina Lingkar Sosial Indonesia, Ken Kerta berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan, Selasa 7 Maret 2020. Alhamdulilah..

Harapan

Harapan kami sebagai kader Posyandu Disabilitas, khususnya terkait Covid-19, ayo bersama kita tingkatkan pola hidup bersih dan sehat, jadikan cuci tangan dan menggunakan masker sebagai gaya hidup yang baik.

Jangan panik dan takut berlebihan terhadap corona, stress justru melemahkan daya tahan tubuh dan memudahkan penyakit-penyakit masuk.

Lalu secara umum, kami berharap masyarakat peduli dan sadar disabilitas. Setiap orang berpotensi menjadi penyandang disabilitas, penyebabnya bisa karena sakit, faktor usia, atau kecelakaan. (Ken)

Facebook Comments
WhatsApp chat