Pelatihan Pendampingan Disabilitas dan Etika Interaksi

Pelatihan Pendampingan Disabilitas dan Etika Interaksi Tematik Advokasi Ruang Sipil

1 minute, 24 seconds Read

Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) bekerja sama dengan Forum Advokasi Ruang Sipil (FARS) Malang Raya dan SEPAHAM Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Disabilitas dan Etika Interaksi Tematik Advokasi Ruang Sipil pada Jumat, 10 Juli 2026, di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendampingi penyandang disabilitas secara aman, tepat, dan bermartabat. Melalui pendekatan berbasis praktik, peserta tidak hanya mempelajari perspektif hak disabilitas dan etika interaksi, tetapi juga mengikuti simulasi langsung di ruang publik.

Materi praktik mencakup teknik memberikan pendampingan saat memanfaatkan berbagai fasilitas publik, seperti ramp, lift, eskalator, tangga, serta akses masuk dan keluar bangunan. Peserta juga mempelajari cara memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan persetujuan individu yang didampingi. Pendekatan ini bertujuan membangun kepercayaan diri sekaligus memastikan pelayanan yang menghormati kemandirian dan martabat setiap orang.

Program ini merupakan bagian dari upaya bersama LINKSOS, FARS Malang Raya, dan SEPAHAM Indonesia untuk memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dalam mewujudkan ruang publik yang inklusif, aman, dan aksesibel bagi semua warga.

Sebelumnya, LINKSOS telah menyelenggarakan kegiatan serupa bagi petugas keamanan (security) dan petugas layanan pelanggan (customer service) Malang Creative Center sebagai bagian dari penguatan layanan publik yang inklusif. Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, LINKSOS juga memberikan pembekalan kepada tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas guna meningkatkan kualitas pelayanan yang ramah disabilitas.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu Ken Kerta, Widi Sugiarti, dan Sumiati, anggota Difabel Pecinta Alam (Difpala) LINKSOS. Ketiganya memiliki pengalaman panjang mendampingi penyandang disabilitas dalam berbagai aktivitas luar ruang, termasuk pendakian gunung yang menuntut kemampuan teknis, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan di medan yang menantang. Pengalaman tersebut menjadi dasar penyusunan materi dan simulasi sehingga peserta memperoleh keterampilan praktis untuk memberikan pendampingan yang aman, tepat, serta menghormati kemandirian dan pilihan setiap individu.

Similar Posts

Skip to content