KAK Educamp Pramuka Inklusi 2023

4 minutes, 4 seconds Read

Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) Educamp Pramuka Inklusi, 16-17 September 2023 di Sanggar Bhakti Pramuka Lawang

 

Latar Belakang

  1.     Inisiatif Kerjasama

Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sebagai bentuk komitmen terhadap upaya penghormatan, pelindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, melakukan berbagai pendekatan guna membumikan nilai-nilai inklusi. Salah satu upaya tersebut adalah bergabung dalam Gerakan Pramuka.

LINKSOS bekerjasama dengan Pramuka sejak tahun 2021 melalui berbagai kerjasama kegiatan bersama Kwarran Lawang dan jaringan sebagai berikut:

  1. Sarasehan rintisan Bhumi Perkemahan Inklusi bersama Pemerintah Desa Turirejo, Perhutani, Pramuka Kwarran Lawang dan PMI Malang, Selasa 15 Juni 2021.
  2. Penghijauan Gunung Wedon di Hari Pramuka Nasional, Sabtu 14 Agustus 2021.
  3. Kemah Bakti Inklusi bersama 600 Pramuka, 120 diantaranya Penyandang Disabilitas, 13-14 Agustus 2022 di Desa Turirejo, Kec. Lawang, Kab. Malang
  4. Penandatanganan nota kesepahaman KND RI dan LINKSOS  tentang Advokasi Kebijakan dan Edukasi Masyarakat terkait Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, 18 Maret 2023 di Gunung Arjuno Jawa Timur dalam event Jambore Nasional Difabel Pecinta Alam (Difpala) 2023. 
  5. Bekerjasama dengan Indika Foundation, Juli- Desember 2023 untuk program Gerak Pasti atau Gerakan Pramuka untuk Sinergitas Pemuda, Perdamaian dan Indonesia Inklusi.
  6. Pelibatan Penyandang Disabilitas sebagai Peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kwarcab Kabupaten Malang dan Universitas Raden Rahmad Malang, 25-30 Juli 2023
  7. Pembentukan Gugusdepan (Gudep) Inklusi, Sabtu 12 Agustus 2023. 
  8. Pelibatan Penyandang Disabilitas sebagai Pemateri Binawasa Jambore Cabang Malang, 30 Agustus 2023 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.

 

  1.     Permasalahan dan Pemecahannya

Pramuka memiliki modal dasar sosial yang baik sehingga selaras dengan upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Mereka terlatih secara sistematik dan berkembang secara alamiah sebab filosofi yang termuat dalam Tri Satya. Bahwa setiap Pramuka demi kehormatannya secara bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila. Pramuka juga berkomitmen untuk menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, serta menepati dasa darma.

Gerakan Kepanduan dunia telah tumbuh kembang selama lebih satu abad, yang kemudian di Indonesia berkembang sebagai Pramuka. Adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat.

Artinya bahwa konsep kepramukaan telah teruji dan terbukti efektif sebagai organisasi kepemudaan dan berkontribusi penuh terhadap perdamaian dunia. Dalam kepramukaan juga terdapat ruang terhadap kesetaraan dan partisipasi bagi semua orang tak terkecuali penyandang disabilitas. Akan tetapi, dalam prakteknya saat Pramuka biasa bertemu dengan Pramuka dengan disabilitas atau Pramuka Luar Biasa, keduanya sulit melakukan interaksi. Penyebabnya adalah minimnya pengetahuan.

Pramuka biasa tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang disabilitas dan model interaksinya. Sementara Pramuka dengan disabilitas tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk berinteraksi dengan dengan Pramuka lainnya. Dampak dari hal tersebut adalah segregasi sosial atau pemisahan yang terjadi akibat upaya meminimalisir adanya permasalahan sosial.

Pemecahannya adalah LINKSOS bergabung dalam Gerakan Pramuka untuk dapat berkontribusi penuh secara penuh dalam membumikan nilai-nilai inklusi. Dalam hal ini LINKSOS memiliki pengalaman selama 9 tahun dalam praktik advokasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Educamp menjadi salah satu bentuk edukasi yang sesuai dengan Pramuka yaitu kegiatan di alam terbuka. Dengan kegiatan yang menarik dan menantang, diharapkan transfer pengetahuan antar pihak bisa terjadi secara optimal.

Educamp Pramuka Inklusi diselenggarakan atas dukungan penuh Kwarran Lawang, Muspika Lawang, Indika Foundation dan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI.

 

 

Informasi Kegiatan

 

Nama Kegiatan : Educamp Pramuka Inklusi 2023
Waktu : 16-17 September 2023, pk 14.30- selesai
Tempat : Sanggar Bhakti Pramuka Lawang

Jl. Pramuka No. 1 Kel. Kalirejo Kec. Lawang

Outcome : Adanya interaksi sosial Pramuka usia anak muda 15-24 tahun dengan Pramuka Inklusi serta adanya rencana kerjasama lintas Gudep.
Outpute : 1.      Pramuka mengetahui definisi yang tepat tentang Penyandang Disabilitas

2.      Pramuka mengetahui ragam disabilitas dan hak-hak penyandang disabilitas sesuai UU RI Nomor 2016

3.      Pramuka memiliki cara pandang sosial dan HAM Disabilitas

4.      Pramuka mengenal Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo)

5.      Pramuka memiliki pengetahuan dan keterampilan teknik dan etika berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

6.      Pramuka memiliki gagasan dan rencana bagaimana membangun Pramuka Inklusi di Indonesia

Peserta : Pramuka dari SMA Negeri 1 Lawamg dan SMP yang ditunjuk.
Kegiatan : Termuat dalam rundown. 

 

Rundown Educamp Inklusi

16-17 September 2023 di Sanggar Bhakti Inklusi

 

No Waktu Kegiatan Penanggung jawab/ Pelaksana
1 14.30 – 15.00 Registrasi Peserta Panitia
2 15.00 – 16.00 Pendirian Tenda Peserta
3 16.00 – 16.30 Apel Pembukaan Penggalang, Penegak
4 16.30 – 17.30 Memahami istilah cacat, disabilitas, difabel dan inklusi Fira Fitri Fitria
5 17.30 – 19.00 Ishoma All
6 19.00 – 20.00 Mengenal Ragam Disabilitas, Hak-hak Penyandang Disabilitas dan Cara Pandang Pemateri ragam, Hak-hak dan Cara Pandang: Ken
7 20.00 – 21.00 Mengenal Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo): Abjad ABC, Perkenalan Diri, Hymne Pramuka Pemateri Bisindo: Sumiati, Achan, Agung Tyo
    Rapat Koordinasi dengan KND Kwarcab, Kwarran, LINKSOS
8 21.00 – 22.00 Talk show: Sharing praktik baik penyandang disabilitas dalam kegiatan Pramuka Narsum: Fira, Yulia, Sumiati, Kevin
Host: Niken dan Agung Tyo
9 22.00 – 23.00 Api Unggun Penggalang, Penegak
10 23.00 – 23.30 Apel Penutupan Kolaborasi
11 23.30 – 04.00 Istirahat All
12 04.00 – 05.30 Bersih Diri dan Religi All
13 05.30 – 06.00 Apel Pembukaan Kolaborasi
14 06.00 – 06.30 Olahraga Panti Karya Asih
15 06.30 – 07.30 Sarapan Pagi All
16 07.30- 09.30 Sarasehan: Apa gagasanmu untuk membangun Pramuka Indonesia yang inklusi? Komisi Nasional Disabilitas, Bapak Kikin Tarigan
16 09.30- 10.00 Praktik Bisindo dan Evaluasi Sumiati, Achan, Widi
18 10.00- 11.00  Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Widi, Yulia, Sumiati, Achan, Agung Tyo
19 11.00 – 11.30 Games (brain games) Panti Karya Asih, Tildis
21 11.30 – 12.00 Ishoma All
22 12.00 – 12.30 Apel Penutupan Kolaborasi

 

 

Similar Posts