Forkompala Bagikan 68 Paket Sembako, Dukung Keluarga Disabilitas Lewat Aksi Door-to-Door

Aksi Peduli Disabilitas: Forkompala Bagikan Sembako dan Kunjungan Rumah

1 minute, 31 seconds Read
Lebih dari sekadar berbagi sembako, Forkompala dan LINKSOS turun langsung ke rumah-rumah penyandang disabilitas, membuka ruang diskusi, dan menggali harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik.
Widi Sugiarti
Widi Sugiarti
Co Founder Lingkar Sosial Indonesia

Malang Raya – Forum Komunitas Pecinta Alam Malang Raya (Forkompala) bersama Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) menggelar Aksi Peduli Sahabat Disabilitas pada 23 Maret 2025. Sebanyak 68 paket sembako dan pakaian layak pakai dibagikan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Aksi ini dilakukan secara door-to-door, tidak hanya sebagai bentuk bantuan, tetapi juga ajang silaturahmi, diskusi dengan penyandang disabilitas dan keluarganya, serta pemetaan kebutuhan mereka. Kegiatan ini didampingi perangkat desa, komunitas disabilitas, dan kader Posyandu Disabilitas setempat.

Ketua Forkompala, Mamad, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung aksi ini. “Bantuan kami mungkin belum banyak, tetapi ini langkah awal. Kami akan terus berkoordinasi agar dukungan lebih luas dapat diberikan,” ujarnya dalam pertemuan bersama Forkompala, LINKSOS, dan Pemerintah Desa Turirejo.

Bantuan berasal dari donatur serta iuran anggota Forkompala dan masyarakat, termasuk 20 paket dari BMH Malang. Selain sembako, juga diberikan layanan konseling untuk meringankan beban psikologis keluarga penyandang disabilitas.

Ken Kerta, Founder LINKSOS, menegaskan aksi ini sejalan dengan program SABAHAT (Sehat Sejahtera bagi Disabilitas Spektrum Berat). “Kami berharap kegiatan ini terus berkelanjutan. Isu disabilitas adalah masalah kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Kepala Dusun Simping, Rudi, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Di Desa Turirejo, kami memiliki layanan Posyandu Disabilitas bulanan. Semoga Forkompala bisa berkontribusi lebih banyak agar penyandang disabilitas semakin aktif,” ungkapnya.

Warsiti, salah satu orang tua penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya. “Anak saya sejak lahir mengalami disabilitas. Kini usianya 19 tahun, hanya bisa berbaring dan bergantung pada kami. Bantuan ini sangat berarti, semoga menjadi berkah,” ujarnya.

Aksi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi lebih luas dalam mendukung kesejahteraan penyandang disabilitas. Forkompala berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa dan menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas di masa mendatang.

Similar Posts

Skip to content