Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Kabupaten Malang mengadakan Kelas Pendamping Disabilitas bagi staff Malang Creative Center (MCC), Kamis, 24 September 2026 di MCC.
Melalui pembelajaran teknik dan etika pendampingan, komunikasi inklusif, serta bahasa isyarat dasar, kesiapsiagaan bencana dibangun tidak hanya melalui sarana dan prosedur, tetapi juga melalui kapasitas manusia yang mampu memberikan layanan secara aman, tepat, dan inklusif.1
Staf MCC, mulai dari jajaran direktur, manajer, hingga petugas keamanan (security), customer service, dan cleaning service, mengikuti pelatihan ini. Pelatihan dilakukan secara bertahap dan bergilir untuk sekitar 60 orang staff.
Materi diarahkan pada keterampilan yang dapat diterapkan dalam situasi pelayanan sehari-hari, mulai dari teknik dan etika berinteraksi, komunikasi inklusif, bahasa isyarat dasar, hingga teknik memberikan bantuan yang aman, nyaman, mudah, dan mendorong kemandirian.
Mengapa ULD-PB Terlibat?
Keterlibatan ULD-PB Kabupaten Malang memberikan konteks kebencanaan pada peningkatan kapasitas pendampingan disabilitas. Dalam situasi darurat, penyandang disabilitas dapat menghadapi hambatan tambahan dalam menerima informasi, berkomunikasi, bergerak menuju tempat aman, maupun memperoleh bantuan.2
Karena itu, kesiapsiagaan inklusif tidak hanya membutuhkan prosedur evakuasi, jalur akses, atau sarana prasarana yang sesuai. Orang-orang yang berada di lingkungan tersebut juga perlu memiliki kemampuan berinteraksi dan memberikan bantuan yang tepat kepada penyandang disabilitas.
Kemampuan tersebut bukan semata-mata diperlukan ketika terjadi bencana. Dalam pelayanan sehari-hari, petugas MCC dapat berinteraksi dengan penyandang disabilitas dalam berbagai situasi. Namun, ketika terjadi keadaan darurat, kemampuan dasar tersebut menjadi semakin penting karena keputusan dan tindakan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan tetap memperhatikan kebutuhan setiap orang.
Dengan demikian, kesiapsiagaan bencana yang inklusif dimulai dari kapasitas manusia di lingkungan layanan. Petugas yang memahami disabilitas dan mampu berkomunikasi serta memberikan bantuan secara tepat merupakan salah satu unsur pendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan inklusif.
Aksara Inklusi: Belajar untuk Membangun Lingkungan yang Inklusif
Kelas Pendamping Disabilitas merupakan bagian dari Program Aksara Inklusi, sebuah gerakan edukasi, literasi, dan budaya LINKSOS yang salah satu fokusnya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai disabilitas dan praktik interaksi yang inklusif.3
Pembelajaran menggunakan pendekatan learning by doing melalui tiga tahap: Pahami → Lakukan → Buktikan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep dan ragam disabilitas, tetapi juga berlatih melakukan pendampingan melalui simulasi dan praktik.
Pendekatan ini relevan bagi staf MCC karena setiap unsur pelayanan memiliki peran dalam menciptakan pengalaman yang aman dan mudah diakses oleh pengunjung. Petugas keamanan, misalnya, perlu memahami cara membantu pengguna kursi roda atau penyandang disabilitas lainnya tanpa mengurangi kemandirian mereka.
Petugas customer service juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan, termasuk ketika berhadapan dengan penyandang disabilitas tuli atau yang memiliki hambatan komunikasi.
Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Pendamping Disabilitas dapat diperoleh melalui 0857-6463-9993 (Ken).
