600 Pramuka dalam Kemah Bakti Inklusi Malang

2 minutes, 28 seconds Read

Sekira 600 Pramuka mengikuti Kemah Bakti Inklusi di Malang, 120 orang di antaranya Penyandang Disabilitas. Dalam kesempatan tersebut Linksos meluncurkan Satuan Komunitas Pramuka (Sako) Inklusi pertama di Indonesia.

 

Para peserta dengan rincian 480 peserta dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi se-Kecamatan Lawang. 120 peserta lainnya yakni penyandang disabilitas baik dari SLB, Sekolah Inklusi, Anggota Kelompok Difabel Pecinta Alam, Peserta Posyandu Disabilitas, serta Lintas Organisasi Penyandang Disabilitas se-Kabupaten Malang.

 

Kegiatan diadakan pada tanggal 13-14 Agustus 2022 di Bumi Perkemahan Inklusi Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Acara terselenggara atas kerjasama LINKSOS, Pramuka Kwarran Lawang, Pemdes Turirejo, serta didukung oleh Pemkab Malang dan Pramuka Kwarcab Malang.

 

Meski sempat diguyur hujan pada hari pertama pembukaan persami Kemah Bakti Inklusi, semangat anak-anak untuk mengikuti Persami tak pernah padam. Nampak antusiasme dari pelajar yang bisa leluasa berinteraksi, bekerja sama, mengadu kekompakan, dan kebersamaan. Sebab, ini kegiatan pertama kali yang dilakukan pasca dua tahun mereka harus mengikuti sekolah daring.

 

 

Tujuan kegiatan

Ketua Pembina Organisasi Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas menyampaikan, bahwa kegiatan bertujuan mengkampanyekan inklusifitas hak penyandang disabilitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang inklusi disabilitas.

 

“Ini merupakan kemah bakti inklusi sekaligus meluncurkan rintisan sako inklusi pertama di Indonesia. Linksos untuk pertama kalinya masuk dunia pendidikan untuk mengkampanyekan inklusi disabilitas melalui pramuka,” ujar Ken sapaan akrabnya.

 

Kedepannya  setiap gugus depan akan memiliki kader inklusi disabilitas. Dalam kesempatan ini kami juga memperkenalkan bahasa isyarat Indonesia, serta mengisi kelas soal etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

 

Harapan lainnya, kegiatan ini juga akan memberikan dampak kepada Gunung Wedon, lokasi wahana bakti pramuka inklusi. Agar bukit berketinggian 660 mdpl tersebut bisa kembali hijau, serta memberikan manfaat bagi warga sekitar tanpa harus mengubah fungsi hutan.

Baca juga  Posyandu Disabilitas Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

 

Ken menambahkan bahwa Desa Wisata Inklusi Turirejo memuat beberapa potensi pariwisata. Potensi tersebut diantaranya wisata heritage, kuliner, sanggar budaya serta potensi alam yaitu Bukit Tursina atau putuk di Dusun Simping, serta Gunung Wedon di Dusun Turi.

Ken meyakini kegiatan kepramukaan selain sebagai potensi pariwisata sekaligus upaya perawatan lingkungan dan pelestarian alam.

 

 

Apresiasi lintas pihak

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda mewakili Pemerintahan Kabupaten Malang,  Nurcahyo, S.H. M.Hum, mengapresiasi penuh adanya kegiatan persami kemah bakti inklusi pertama yang diadakan di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

 

“Kami mewakili Bupati Malang mengapresiasi ada perpaduan antar kader-kader pramuka dari yang non disabilitas hingga disabilitas bisa hadir dan menyatu bersama. Kita bisa melihat bawa disabilitas memiliki peluang yang sama, mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti upacara, dan menampilkan karya ada yang menari dan menyanyi,” kata Cahyo.

 

Senada disampaikan Ketua Kwarcab Malang Hj. Jajuk Rendra Kresna, S.E., M.M. Ia mengapresiasi pencanangan Desa Turirejo sebagai desa wisata inklusi pertamaa di Kabupaten Malang. Jajuk berharap, pencanangan desa wisata ini bukan hanya sekadar formalitas namun bisa bermanfaat untuk generasi masa depan bangsa.

 

“Ini merupakan wadah mendidik anak-anak baik itu yang disabilitas maupun yang non disabilitas. bumi perkemahan ini nanti dijadikan tempat untuk menggembleng anak-anak yang berkualitas,” ungkap Jajuk.

(admin)

 

Live report Getradius:

 

 

Similar Posts