Desa wisata inklusi

Pencanangan Desa Wisata Inklusi Turirejo

2 minutes, 24 seconds Read
Listen to this article

Ketua Pramuka Kwarcab Malang, Jajuk Rendra Khresna meresmikan Desa Wisata Inklusi Turirejo, Lawang. Salah satu menu wisata tersebut adalah Bhumi Perkemahan Inklusi.

 

“Seratus persen saya mendukung Bhumi Perkemahan Inklusi ini dan akan terus mengawal hingga tercapai apa yang menjadi cita-cita,” ujar Jajuk Rendra Khresna dalam sambutannya, Kamis 23 Juni 2022 di Balai Desa Turirejo.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu juga mengapresiasi adanya Desa inklusi dan Posyandu Disabilitas di Kecamatan Lawang. Menurutnya perhatian Pemerintah dan masyarakat terhadap warga penyandang disabilitas harus terus ditingkatkan.

“Inklusi bukan hanya soal fisik seperti bangunan yang ramah disabilitas, melainkan juga pelibatan penyandang disabilitas dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, implementasi hingga evaluasi,” tandas Jajuk.

 

Potensi Desa Turirejo

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kertaning Tyas menjelaskan bahwa Desa Wisata Inklusi Turirejo memuat beberapa potensi pariwisata. Potensi tersebut di antaranya wisata heritage, kuliner, sanggar budaya, serta potensi alam yaitu Bukit Tursina atau putuk di Dusun Simping, serta Gunung Wedon di Dusun Turi.

“Kami meminta arahan Perhutani, dalam hal ini KPH Pasuruan dan KRPH Wonorejo. Tentang legalitas kegiatan warga di Gunung Wedon, bagaimana mengurus ijin pengelolaan hutan sebagai wisata secara cepat dan mudah,” kata Ken Kerta sapaan akrabnya.

Ketua Pembina Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) tersebut juga berharap dampak dari pemanfaatan Gunung Wedon sebagai wahana bakti pramuka. Bahwa pemanfaatan gunung selain meningkatkan kesejahteraan warga sekitar sekaligus tetap menjaga fungsi hutan.

Ken menjelaskan kaitan Gunung Wedon dengan Bhumi Perkemahan Inklusi. Bukit berketinggian 660 mdpl tersebut sebagai akan salah satu lokasi wahana bakti Pramuka di antaranya penghijauan. Ken meyakini kegiatan kepramukaan selain sebagai potensi pariwisata sekaligus upaya perawatan lingkungan dan pelestarian alam.

 

Rencana tindak lanjut

Kepala Desa Turirejo Arief Sukmawanto berharap bulan Agustus nanti dapat menggelar acara perkemahan. Sekaligus dalam momen tersebut untuk peringatan hari Pramuka Sedunia.

Rencana tindak lanjut lainnya adalah pelaksanaan Posyandu Disabilitas secara rutin. “Harapannya pekerjaan dalam mewujudkan Desa Wisata Inklusi Turirejo ini bisa dikerjakan bersama-sama secara lintas sektor,”pesan Arief.

 

Dukungan lintas sektor

Sejumlah pihak hadir dalam pertemuan tersebut. Selain Muspika Lawang hadir pula beberapa OPD Kabupaten Malang yaitu Dinas Sosial, DPMD, Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan serta Dinas Pariwisata, termasuk Museum Singosari.

Hadir pula perwakilan RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Puskesmas Lawang dan PMI Lawang. Sementara dari akademisi hadir beberapa dosen dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

Dari kelompok masyarakat hadir Pelestari Purbakala dan Budaya Indonesia (PPBI), Yayasan Semain, serta relawan ambulans Bolo Dewa Rescue. Kemudian dari bisnis pariwisata panitia juga mengundang agrowisata Petik Madu dan wisata Tlogo Land.

Sejumlah pembina Pramuka dari beberapa sekolah pun hadir, yaitu dari SMA Negeri 1 Lawang, SLB Pembina Lawang, SDN V Inklusi Bedali Lawang, serta Yayasan Ar Roihan.

Hadir pula elemen Kecamatan yaitu Kesos Kecamatan Lawang, TKSK Lawang, Pendamping Desa dan Pendamping PKH. Sementara dari elemen desa hadir BPD, PKK, Karang Taruna, LPMD, BumDes dan PSM.

 

Informasi

Informasi lebih lanjut dan wawancara hubungi Ken Kerta di 0857 6463 9993.

(admin)

 

 

Similar Posts

Skip to content