Rangkuman Kegiatan LINKSOS Tahun 2025_On Air di KPU Kab Malang

Rangkuman Kegiatan LINKSOS Tahun 2025

7 minutes, 55 seconds Read
Rangkuman kegiatan LINKSOS tahun 2025 memuat catatan kegiatan per bulan yang terdokumentasi di website. Benang merahnya, LINKSOS tampil sebagai organisasi penggerak inklusi disabilitas lintas isu—kesehatan (kusta, kesehatan jiwa), lingkungan, kebencanaan, ekonomi kreatif, literasi, hingga advokasi kebijakan—dengan kolaborasi kuat bersama komunitas, kampus, pemerintah, media, dan sektor swasta.
Ken Kerta
Founder Lingkar Sosial Indonesia

Januari 2025

Hari Kusta Sedunia menjadi momentum bagi LINKSOS untuk terus mengkampanyekan hal kesehatan dan sosial penyintas kusta atau orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK). Dari puncak gunung – bersama Difabel Pecinta Alam (Difpala) – LINKSOS mengkampanye kusta.  Difpala memaknai Hari Kusta Sedunia 2025 dengan tanam pohon di Bukit Tursina, Dusun Simping, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Habibie, penyintas kusta dari Kabupaten Pasuruan, setelah 11 tahun bersembunyi karena malu kena kusta, kini menjadi percaya diri menjadi anggota Difpala Seven Summits – misi pendakian tujuh gunung oleh penyandang disabilitas di Indonesia – kerjasama Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) dan Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Tak hanya mendaki gunung, LINKSOS juga mengajak OYPMK membentuk kelompok UMKM, kini beranggotakan sekitar 10 orang, 5 pendamping dan melibatkan 5 lembaga mitra.  Sejak berdirinya tahun 2014, LINKSOS konsisten pada isu kusta hingga saat ini. Aktivasi LINKSOS makin kuat berkat dukungan organisasi isu kusta global, NLR dari tahun 2019 hingga 2024 – melahirkan rintisan inovasi nasional Kader Kusta di Kabupaten Pasuruan, wilayah kerja Puskesmas Nguling.

LINKSOS juga menyoroti masalah kusta di Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura , empat kabupaten di pulau garam tersebut masih menjadi penyumbang data angka kusta tertinggi di Indonesia. Secara sosial hal ini memprihatinkan, OYPMK kerap tersisih dalam kehiduan sehari-hari. Namun dari sisi kinerja Dinas Kesehatan, menunjukkan kerja-kerja pendataan berjalan baik.

Founder LINKSOS, Ken Kerta melalui kanal RRI Sumenep menyebut bahwa  wilayah yang melaporkan angka kusta yang rendah – bahkan nol – belum tentu sesuai kenyataan. Ada stigma birokrasi yang menganggap temuan kusta itu aib, utamanya daerah yang menjual potensi pariwisata.

Berdasarkan data BPS Jatim 2023, keempat kabupaten di Pulau Madura menduduki peringkat tertinggi dalam kasus baru kusta per 100.000 penduduk. Sampang tercatat dengan angka 22,34, selanjutnya Sumenep (22,18), Bangkalan (18,6), dan Pamekasan (16,55). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain, seperti Situbondo (11,12).

Januari 2025, LINKSOS bersama  Omah Difabel – komunitas ekraf disabilitas di Lawang – mempromosikan batik tulis karya Tuli di wisata kebun teh Lawang.  Manager Omah Difabel, Widi Sugiarti menyebut bekerjasama untuk pembinaan UMKM dengan universitas Polinema Malang sejak tahun 2024.

Februari 2025

momentum Hari Lahan Basah Sedunia dan Hari Gerakan Satu Juta Pohon menjadi pemgalaman baru bagi LINKSOS. Difpala—LINKSOS  bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND), Tempo Media Group, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, menggelar aksi penanaman mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan yang inklusif.

Difpala juga menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Gunung Wedon, Lawang untuk memastikan anggotanya memahami teeori dan mampu mempraktikkan pendakian yang inklusif. Kegiatan Difpala lainnya adalah pelatihan membuat film dokumenter bersama Yayasan Katulistiwa Sinema Nusantara (Kastara), serta on air di RRI Surabaya.

Di bidang kesehatan mental, LINKSOS  membantu KPSI Malang – komunitas peduli skizrofenia – menggelar kopdar, serta bersama Yayasan Mahargiyono audiensi dengan Ketua DPRD Kota Malang.

Februari 2025 juga menjadi cikal bakal lahirnya Forum Inklusi MCC – kerjasama Malang Creative Center (MCC) dan LINKSOS untuk mengembangkan MCCsebagai rumah ekraf yang inklusif. Sementara itu di di Desa Bedali, Lawang, LINKSOS menfasiltasi inisiasi PKK yang inklusif– untuk pertama kalinya duaTeman Tuli bergabung dalam PKK.

Sebuah aspirasi penting di Februari 2025 adalah pertenuan dengan Wawan Kurniawan – founder Daksa Banua. Organisasi ini fokus pada advokasi penyandang disabilitas spektrum menengah dan berat yang selama ini kerap terabaikan.

Banyak praktik baik yang dilakukan LINKSOS maupun organisasi lainnya. Namun kerap kali minim publikasi. Oleh sebab itu, Februari 2025, LINKSOS menggelar  pelatihan jurnalisme warga dan praktik publikasi di website.

Maret 2025

Sahabat CP (Celebral Palsy) lahir pada Maret 2025, ditandai dengan gerakan peduli disabilitas spektrum berat. Gerakan ini mendapat dukungan dari Forkompala (Forum Komunitas Pecinta Alam Malang Raya) dan BMH Jatim Gerai Malang. Terbentuknya Sahabat CP, termotivasi dari pertemuan LINKSOS – Daksa Benua.

Pada Maret 205, Diskopindag Kota Malang, MCC dan LINKSOS meresmikan Forum Inklusi MCC. Sementara di Kelurahan Bandulan dan Klojen – keduanya di Kota Malang, LINKSOS memberikan penguatan disabilitas. Aktivitas lainnya, menjajal  trek Gunung Bokong, Kota Batu.  Lokasi ini kemudian direkomendasikan cocok untuk anggota baru Difpala.

Tak banyak kegiatan di Maret 2025, menjadi kesempatan LINKSOS menyusun berbagai SOP, dimulai dari keselamatan latihan dan pendakian Difpala, kepengurusan, hingga GEDSI – gender, equality, disability, social, and inclusion.

April 2025

Difpala kembali menggelar UKT, kali ini di Posko Rescue Bela Negara. Bulan ini juga menegaskan bahwa Difpala LINKSOS siap berkembang di bidang pengurangan risko bencana (PRB). Bersama BPBD Kabupaten Malang dan Pendamping Desa Kecamatan Wonosari, LINKSOS melakukan koordinasi pendataan disabilitas untuk PRB inklusif di Desa kluwut. Sementara itu di level Malang Raya, LINKSOS menginisiasi Jaringan Difabel Tangguh Bencana.

Di bidang kesehatan jiwa – masih bersama Yayasan Mahargiyono Schützenberger Indonesia – meluncurkan Pojok Curhat Gen Z dan Disabilitas. Pojok ini menyediakan layanan bantuan pertolongan bunuh diri dan layanan psikolog gratis.  LINKSOS juga berkegiatan di Kecamatan Pagelaran, membantu komunitas lokal Difa Pagelaran membuat program kerja.

Mei 2025

Hari Buruh menjadi momentum LINKSOS menyoroti dunia kerja yang belum inklusif. Khususnya di Kabupaten Malang, telah terbentuk ULD ketenagakerjaan – bekerjasama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Namun sayangnya, ULD Ketenagakerjaan Kabupaten Malang tidak melibatkan komunitas disabilitas, baik secara struktural maupun mitra strategis, misal sebagai pendamping. Pelibatan masyarakat sebagai Tenaga Pendamping sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2020 Tentang ULD Ketenagakerjaan, serta Permen Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan ULD Ketenagakerjaan.

Mei 2025 kembali menjadi ajang perhatian terhadap disabilitas spektrum berat – khususnya yang tergabung dalam Sahabat CP. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Jawa Timur, Sahabat CP mengunjungi rumah-rumah penyandang cerebral palsy di Malang, membagikan popok sekali pakai dan memetakan kebutuhan lainnya.

Juni 2025

Dua kolaborasi penting dengan kampus ada pada Juni 2025. Pertama, kerjasama membuat aplikasi Si-Difa – aplikasi pendataan posyandu disabilitas kerjasama LINKSOS dan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.  Kedua, pelatihan WA Bisnis dengan Politeknik Negeri Malang.

Juli 2025

Mencatat tiga agenda penting pada Juli 2025. Pertama, Sahabat Austism, kelompok ragam disabilitas mental pekembangan autism terbentuk melalui pertemuan keluarga dan pemerhati autism jaringan LINKSOS di Lembah Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan didukung oleh Malang Autism Center (MAC).

Kedua,  LINKSOS dan ANG Green dan Wikimedia menggelar pelatihan menyunting. Kegiatan bersama Wiki memperkuat peran LINKSOS sebagai organisasi penggerak literasi.  Ketiga, pengesahan lima ULD Penanggulangan Bencana (PB) di Jawa Timur – salah satunya ULD PB kabupaten Malang.

Agustus 2025

Beberapa kegiatan kolaboratif diselengarakan pada Agustus 2025. Pelatihan Inklusi Disabilitas bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Pagelaran dan Wonokerto – LINKSOS mengajak Gerkatin Kota Malang sebagai pemateri bahasa isyarat.

Bulan Agustus juga masih menjadi bulan perhatian bagi penyandang CP. Kali ini bersama  YBM PLN PUSMANPRO UPMK II Surabaya – menggelar bazar dan pameran produk keluarga CP sekaligus penyerahan bantuan modal usaha.  Pada bulan ini, Dekraf Lowokwaru – kelompok UMKM Disabilitas yang melibatkan disabilitas CP, terbentuk dan mulai kegiatan pertama.

Kegiatan lainnya adalah bazar produk disabilitas di Sanggar Bakti Lawang – bertepatan dengan Hari Pramuka, serta penyerahan bantuan 100  bibit jeruk dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

September 2025

LINKSOS disibukkan dengan kegiatan bersama KPSI menggelar MalangMindFestival: Together We Heal. Sebuah rangkaian kegiatan yang menghadirkan seni, edukasi, dan olahraga untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jiwa. Kegiatan lainnya, ULD PB Kabupaten Malang memberikan pembekalan PRB Inklusif terhadap Destana di Kecamatan Ngantang.

Oktober 2025

Bulan Pengurangan Risiko Bencana  (PRB) yang diperingati setiap bulan Oktober menjadi momentum tepat LINKSOS mengkampamyekan PRB yang inklusif. LINKSOS mengisi materi Siap Siaga Bencana di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

FGD Difpala Seven Summits  II pada awal Oktober 2025 – menghadirkan BPBD dan Dinas Sosial se-Malang  Raya dan lintas sektor, termasuk tokoh masyarakat Asmujiono – pendaki Puncak Everest.  Diskusi ini berlanjut dengan FGD PRB Inklusif dan apel pelepasan Tim Difpala Seven Summits, serta pendakian gunung Kembar I, Kembar II dan berakhir di puncak Gunung Welirang. Kegiatan ini sebagai rangkaian Difpala Seven Summits II Arjuno – Welirang.

Kegiatan Pramuka LINKSOS juga aktif di bulan ini. Mereka menggerakkan persiapan Hari Disabilitas Internasional 2025 dengan berbagai pelatihan, diantaranya kegiatan anak-anak mewarnai – termasuk menginisiasi sekolah alam Lingkar Sosial sebagai wadah pendidikan inklusif non formal.

Kegiatan lainnya, pelatihan wisata inklusif bersama Polinema dan perusahaan travel, penguatan HAM Disabilitas di Jawa Timur bersama Kementerian HAM, serta membuka layanan pembuatan produk story UMKM Disabilitas di MCC. Oktober 2025 juga menjadi waktu penting, LINKSOS mendapatkan penghargaan Jimly Award – bagi penegak dan pejuang konstitusi, nominator  kategori penerima lembaga.

November 2025

Aktivasi LINKSOS di MCC meningkat – persiapan event puncak Hari Disabilitas Internasional 2025. Berbagai latihan mulai dari mengaji, menari, menyanyi, pantomin dan lainnya pun dilakukan.  Tak hanya di MCC, di Petik Madu Lawang, LINKSOS menggelar even 100 Difabel Membatik Ciprat yang dihadiri oleh KND. November 2025 juga mencatat kegiatan LINKSOS dan Kementerian UMKM memberikan pelatihan di Jember bersama komunitas disabilitas lokal, Perpenca.

Kegiatan lainnya, masih dengan kementerian, Omah Difabel LINKSOS mengikuti fasilitasi pendirian badan usaha berbadan hukum bersama Kementerian Ekraf. Ada juga yang seru yaitu wisata inklusi Teman Tuli bersama PARI Polinema.

Desember 2025

Puncak event Hari Disabilitas Internasional (HDI) sukses digelar pada awal Desember 2025. Selain pentas seni, unjuk bakat, dan bazar produk disabilitas, terdapat dua agenda penting di event ini. Pertama, penyerahan bantuan UMKM dari YBM PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bali. Kedua, penyerahan bantuan tongkat netra untuk Sahabat Netra dari Lions Club Malang Amazing dan Lions Club Bandung Sangkuriang. HDI juga digelar di Posdilan 7 Desa Bedali dan Kelurahan Lawang. Murah meriah, setiap peserta mendapatkan doorprize dari Omah Difabel LINKSOS.

Kegiatan penting lainnya pada Desember 2025, ULD PB Kabupaten Malang bersama BPBD Kabupaten Malang, dan SIAP SIAGA memberikan pelatihan pendataan disabilitas berbasis GPS di Kecamatan Ngantang.  Pelatihan menyasar anggota Destana di kawasan terdampak Gunung Kelud, yaitu Ngantang, Pujon, Kasembon.  LINKSOS juga menjadi narasumber podcast terkait evaluasi pemilu inklusif di KPU Kota Batu, KPU Kota Malang, dan KPU Kabupaten Malang.

Desember 2025 juga menjadi waktu proses pembiayaan progam Sinema Indonesia  dari Kementerian Kebudayaan. Dalam program ini, Difpala LINKSOS akan membuat pelatihan membuat film sekaligus produksi dan pemutaran di beberapa wilayah.

Skip to content