Public Annual Report 2025 – Laporan Tahunan Lingkar Sosial Indonesia

5 minutes, 4 seconds Read
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) dalam memperkuat tata kelola, pelaporan dampak, dan akuntabilitas program sebagai organisasi sosial yang terus bertumbuh secara profesional. Sepanjang tahun ini, LINKSOS memperluas jangkauan program sekaligus memperdalam kualitas pendampingan, khususnya melalui pengembangan program Sahabat Cerebral Palsy dan Sahabat Autisme—dua kelompok disabilitas yang selama ini relatif belum terjangkau program pemberdayaan berbasis komunitas.
Ken Kerta
Founder Lingkar Sosial Indonesia
Profil Organisasi

Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) adalah pusat pemberdayaan disabilitas di Jawa Timur. Berdiri pada tahun 2014, bertujuan membantu masyarakat marginal dan yang mengalami disfungsi sosial termasuk penyandang disabilitas – baik fisik maupun non fisik – dan kelompok rentan lainnya.

Pendiri LINKSOS, Ken Kerta mencetuskan nama Lingkar Sosial sebagai ekosistem yang saling mendukung. Filosofinya, Lingkar Sosial adalah lingkaran yang berisi aktor-aktor soasial. Filosofi ini menjadi prinsip kerja, bahwa LINKSOS tidak pernah bekerja sendiri, melainkan berjejaring, bersinergi dan berkolaborasi.

Sejak awal berdiri, LINKSOS aktif menangani isu kusta dan disabilitas di berbagai sektor, khususnya sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, serta kesetaraan di hadapan hukum.

Visi LINKSOS adalah mewujudkan Indonesia yang inklusif, adil dan sejahtera, serta menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Misi umum: 

■ Memberdayakan penyandang disabilitas dari semua ragam—fisik, sensorik, intelektual, mental, dan ganda—di sektor dasar: ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, serta kesetaraan di hadapan hukum.
■ Membangun komunikasi yang inklusif dan universal melalui edukasi bahasa isyarat, braille, audiovisual, komunikasi sederhana, serta media lain yang sesuai dengan kebutuhan berbagai ragam disabilitas.
■ Mengembangkan jejaring dan mendukung komunitas lain untuk membangun ekosistem yang inklusif dan saling menguatkan.
■ Menumbuhkan nilai dan sikap perdamaian, toleransi, inklusivitas, kebhinekaan, serta hak asasi manusia sebagai fondasi Indonesia yang inklusif.

Misi Khusus: 

Memberdayakan penyandang disabilitas dengan multi stigma, yaitu disabilitas fisik akibat kusta dan disabilitas spektrum berat—termasuk cerebral palsy—serta disabilitas nonfisik, yaitu disabilitas mental psikososial (gangguan jiwa) dan disabilitas mental perkembangan, termasuk autisme dan hiperaktif.

Tim Kami

Ken Kerta
Ken Kerta
CEO, Strategi & Kemitraan
Widi Sugiarti
Widi Sugiarti
Bendahara
Sumiati
Sumiati
Monitoring, Evaluasi & Inklusi Sosial
Cakrahayu
Cakrahayu
Manager Program
Yogi Pradimi
Administrasi dan Keuangan

Program Utama

LINKSOS memiliki empat program utama yang menjangkau sektor dasar: ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan hidup yaitu: 

Omah Difabel-- Dekraf Difabel Kreatif

Omah Difabel

Pemberdayaan ekonomi, inkubasi wirausaha, pelatihan, pembiayaan kelompok UMKM, dukungan pemasaran dan legalitas.

Posyandu Disabilitas dalam Angka tahun 2025

Posyandu Disabilitas

Pemberdayaan kesehatan berbasis kebutuhan ragam disabilitas – baik fisik/non fisik, termasuk kusta  – dan bersumberdaya masyarakat di tingkat desa/kelurahan. 

Difpala Seven Summits II Mendaki Tiga Puncak - di Puncak Gunung Welirang

Difabel Pecinta Alam (Difpala)

Pemberdayaan lingkungan hidup: hiking, jelajah alam, penghijauan, dan pengurangan risiko bencana. 

Program Kerja Rintisan Sako Inklusi 2025

Sako Inklusi

Pemberdayaan pendidikan non formal untuk penyandang disabilitas di luar sekolah melalui kepramukaan, calistung dan peningkatan life skill. 

Dampak Program

0
2.306 penyandang disabilitas terbantu, mereka tergabung dalam 18 kelompok ekraf, dan 3 kelompok edukasi ragam disabilitas.
0
1.834 relawan/caregiver dari keluarga disabilitas terlibat, termasuk relawan dari jejaring 11 forum advokasi dan 125 lembaga multipihak.
0
6.420 penyandang disabilitas terlayani melalui 24 pos pelayanan di 7 provinsi di 17 Kabupaten/Kota
0
80 Anggota Difabel Pecinta Alam (Difpala) di 11 provinsi di Indonesia mendapatkan akses edukasi lingkungan hidup dan pendakian gunung.

Ringkasan Keuangan Program

Ringkasan ini menyajikan penerimaan dan pemanfaatan donasi sepanjang tahun berjalan, termasuk donasi kas dan non-kas (in-kind) yang dicatat berdasarkan estimasi nilai wajar sebagai bentuk transparansi.

Pendapatan tahun 2025 sebesar Rp261.674.000,-

Donasi Pendiri
0%
Iuran Anggota
0%
Donasi Masyarakat
0%
Hasil Penjualan Produk UMKM
0%
Donasi Badan Zakat dan Lembaga Amal
0%
Hibah Kementerian Kebudayaan
0%

Pengeluaran tahun 2025 sebesar Rp261.674.000,-

Operasional kantor (listrik, air, website)
0%
Upah Pengurus
0%
Biaya program ekonomi (nkubasi wirausaha, pembiayaan kelompok, pelatihan kapasitas)
0%
Biaya program kesehatan (terapi, pelatihan kader), edukasi masyarakat
0%
Biaya program pendidikan non formal (keparmukaan, calistung)
0%
Biaya program lingkungan hidup (kegiatan alam, hiking, penghijauan)
0%

Tantangan dan Rencana Tindak Lanjut

Tantangan Utama 2025

■ Keterbatasan pendanaan untuk mendukung layanan terapi berkelanjutan, khususnya pada Posyandu Disabilitas dan program Sahabat Autisme.
■ Kebutuhan penguatan sumber daya manusia di bidang administrasi dan keuangan.
■ Perlunya penguatan legitimasi dan pengakuan kebijakan agar praktik baik layanan disabilitas dapat direplikasi secara lebih luas.

Rencana Tindak Lanjut 2026

■ Memperkuat kemitraan dengan donor, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk mendukung keberlanjutan layanan.
■ Mengembangkan model pembiayaan berkelanjutan berbasis komunitas dan jejaring.
■ Mendorong advokasi kebijakan berbasis praktik lapangan agar layanan disabilitas semakin terintegrasi dalam sistem pembangunan daerah. 

Potensi Kerjasama Tahun 2026

LINKSOS membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam bidang pemberdayaan ekonomi inklusif, layanan kesehatan disabilitas, pendidikan nonformal, pelestarian lingkungan, serta penguatan kapasitas komunitas. Kerja sama dapat dikembangkan dalam bentuk dukungan program, pengembangan kapasitas, riset terapan, maupun advokasi kebijakan.

Kontak Kami

Sekretariat:

■ Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kantor Camat Lawang, Jl. Thamrin No. 2, Lawang, Kabupaten Malang
■ Hub Collaboration, Lantai 5 Gedung Malang Creative Center (MCC), Jl. A. Yani No. 53, Blimbing, Kota Malang
■ ULD Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang, Gedung BPBD Kabupaten Malang, Kepanjen

Alamat Surat:

■ Omah Difabel, Jl. Yos Sudarso RT 04 RW 07 Dusun Setran, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65215

Kontak:

■ Email: info.lingkarsosial@gmail.com
■ WhatsApp: 0857-6463-9993
■ Website: www.lingkarsosial.org

Akun Donasi:
Bank BRI – Nomor Rekening 0344 – 01 – 044576 – 53 – 2 Yayasan Lingkar Sosial Indonesia

Similar Posts

Skip to content