Pelatihan Inklusi Disabilitas bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas Pagelaran dan Puskesmas Wonokerto

Pelatihan Inklusi Disabilitas bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas Pagelaran dan Puskesmas Wonokerto

1 minute, 48 seconds Read
Pelatihan Inklusi Disabilitas bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Pagelaran dan Puskesmas Wonokerto, Kabupaten Malang— tentang teknik dan etika interaksi disabilitas serta bahasa isyarat tematik layanan kesehatan—menjadi langkah nyata membangun layanan yang ramah, setara dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Ken Kerta
Ken Kerta
Founder Lingkar Sosial Indonesia

Malang, 23 Juli 2025Pelatihan Inklusi Disabilitas bagi tenaga kesehatan digelar oleh Puskesmas Pagelaran dan Puskesmas Wonokerto sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu pelayanan terhadap pasien dengan disabilitas. Kegiatan berlangsung di UPT Puskesmas Pagelaran, Kabupaten Malang, Rabu (23/7), dengan menghadirkan pemateri dari komunitas disabilitas dan organisasi sosial.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman tenaga kesehatan dalam berinteraksi secara etis dan empatik dengan penyandang disabilitas. Materi pelatihan mencakup teknik interaksi yang menghargai kemandirian pasien, hingga praktik dasar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam konteks layanan kesehatan.

Dua pemateri utama hadir dalam kegiatan ini: Ken Kerta, pendiri Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), yang menyampaikan materi teknik dan etika interaksi; serta Muhammad Hasanudin, Ketua GERKATIN Kota Malang, yang memberikan pelatihan langsung penggunaan BISINDO dalam komunikasi medis.

Pelatihan Inklusi Disabilitas bagi tenaga kesehatan ini juga diperkuat oleh keterlibatan Widi Sugiarti, Pembina LINKSOS, yang menjelaskan pendekatan komunikasi dengan pasien disabilitas intelektual maupun lansia dengan hambatan sensorik. Adapun praktik bahasa isyarat dipandu oleh Sumiati, anggota GERKATIN Kota Malang.

Komitmen Layanan Kesehatan yang Inklusif

Kepala Puskesmas Pagelaran, drg. Herawati, menyebut pelatihan ini sebagai langkah nyata membangun pelayanan kesehatan yang ramah disabilitas. “Kami ingin meningkatkan mutu pelayanan yang inklusif, dan komitmen kami terhadap pasien disabilitas harus dibuktikan secara nyata,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Wonokerto, drg. Putri Lestari, menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka ruang bagi pengembangan layanan yang lebih inklusif. “Pelatihan ini sangat penting. Tak hanya itu, kami juga tertarik untuk mengembangkan Posyandu Disabilitas. Namun saat ini kami masih perlu berkoordinasi dengan kepala desa setempat,” katanya.

 

Ken Kerta mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Inklusi Disabilitas bagi tenaga kesehatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan langkah penting untuk menghapus hambatan komunikasi dalam pelayanan dasar. “Saya sangat mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan Puskesmas Pagelaran dan Wonokerto. Semoga pelatihan ini bisa menjadi contoh dan diikuti oleh puskesmas lainnya di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan penyusunan rencana individu peserta untuk diimplementasikan dalam praktik kerja, sebagai wujud nyata pelayanan kesehatan yang lebih setara dan inklusif.

Similar Posts

Skip to content