Malang, 9 November 2025 —Yayasan Lingkar Sosil bertajuk “Batik Ciprat Omah Difabel: 100 Warna, 100 Hati, 1 Semangat” ini diselenggarakan oleh Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan batik ciprat karya Omah Difabel, membuka ruang belajar bagi penyandang disabilitas yang baru mengenal LINKSOS, serta mempererat silaturahmi dan merawat jaringan lintas sektor pendukung UMKM Disabilitas,” ujar Widi Sugiarti, Pembina LINKSOS.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa Kelompok Kerja (Pokja) LINKSOS turut berpartisipasi, diantaranya Omah Difabel—program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui UMKM, bersama beberapa unitnya yaitu kelompok Dekraf (Difabel Kreatif) dari wilayah kecamatan Lawang, Lowokwaru, Blimbing dan Kedung Kandang.
Hadir pula Gudep LINKSOS, Posyandu Disabiitas serta beberapa komunitas disabilitas, sekolah luar biasa dan sekolah inklusif. Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kikin Tarigan hadir dalam kegiatan ini. Kehadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan difabel.
Merawat jaringan pemberdayaan
Widi Sugiarti menyampaikan kembali salah satu tujuan penting kegiatan yaitu merawat jaringan penberdayaan khususnya di bidang UMKM. Beberapa jaringan tersebut diantaranya:
- KND, yang telah bekerjasama dengan LINKSOS sejak 2023 di bidang advokasi ada edukasi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk dalam bidang cinta alam dan kepramukaan.
- Hotel Ibis Style Malang, menyediakan galeri batik di lobi hotel sejak 2022.
- BMH Malang, mendukung pemberdayaan Posyandu Disabilitas sejak 2019.
- YBM PLN Pusmanpro UPMK II, mendukung pembiayaan Kelompok Usaha Cahaya (KUC) mulai tahun 2025.
- Wisata Petik Madu Lawang, memfasilitasi lokasi kegiatan LINKSOS sejak 2016.
- Panti Karya Asih, bermitra dalam pemberdayaan penyandang disabilitas mental, psikososial, dan perkembangan sejak 2020.
- Gerkatin Kota Malang, bekerjasama sejak tahun 2016 di bidang sosialisasi bahasa isyarat dan pemberdayaan ekonomi kelompok Tuli.
Kegiatan Batik Ciprat Disabilitas ini menjadi simbol inklusivitas dan semangat kolaborasi untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis keberagaman. LINKSOS berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai sarana ekspresi dan pemberdayaan bagi difabel di seluruh Indonesia.
