Keberhasilan pengembangan Posyandu Disabilitas di Kabupaten Malang menjadi pijakan penting bagi perluasan layanan ke Kota Malang. Sebagai pelopor Posyandu Disabilitas di Indonesia, Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) berperan sebagai pusat informasi, edukasi, pendampingan, dan pengembangan Posyandu Disabilitas bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga komunitas penyandang disabilitas.
Replikasi pertama di Kota Malang dimulai pada Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, yang diresmikan pada akhir tahun 2022 sebagai Posyandu Disabilitas pertama di Kota Malang. Pengembangan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Polehan, Puskesmas Kendalkerep, penyandang disabilitas dan keluarganya, serta LINKSOS sebagai mitra pendamping.
Keberhasilan Polehan kemudian menjadi contoh bagi kelurahan lain untuk menghadirkan layanan kesehatan disabilitas yang lebih dekat dengan masyarakat. Hingga kini, Posyandu Disabilitas di Kota Malang telah berkembang di beberapa wilayah, yaitu:
- Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing (Posyandu Disabilitas pertama di Kota Malang)
- Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen
- Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen
- Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen
- Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang
- Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen
Setiap lokasi dikembangkan dengan prinsip yang sama, yaitu menghadirkan layanan kesehatan berbasis kebutuhan ragam disabilitas di tingkat kelurahan, dikelola oleh kader masyarakat, serta didampingi tenaga kesehatan dari puskesmas. Selain layanan kesehatan dasar, Posyandu Disabilitas juga mengembangkan terapi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), pendampingan keluarga, serta pelatihan keterampilan untuk mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
Untuk mendukung replikasi yang berkelanjutan, LINKSOS membuka Pusat Informasi Posyandu Disabilitas di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. Pusat informasi ini menjadi tempat belajar bagi pemerintah, kader, organisasi, perguruan tinggi, perusahaan, maupun masyarakat yang ingin mengembangkan Posyandu Disabilitas di daerahnya. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi pembentukan Posyandu Disabilitas, penyusunan tata kelola, pelatihan kader, pengembangan standar pelayanan, digitalisasi pendataan, hingga penguatan jejaring kolaborasi lintas sektor.
Melalui peran tersebut, LINKSOS tidak hanya menginisiasi lahirnya Posyandu Disabilitas, tetapi juga memastikan inovasi ini terus berkembang secara berkualitas, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai daerah.
Pengalaman Kabupaten Malang dan Kota Malang menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat mampu menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, mudah diakses, serta menjawab kebutuhan nyata penyandang disabilitas.
