Kunjungan Difabel ke Museum Mpu Purwa

Sosialisasi Kunjungan Difabel ke Museum Mpu Purwa

2 minutes, 40 seconds Read
Listen to this article

Memaknai Hari Museum Internasional, sejarahwan-arkeolog M. Dwi Cahyono menggelar kunjungan Difabel Pecinta Alam (Difpala) ke Museum Mpu Purwa. Kegiatan bertujuan sebagai pembelajaran makna warisan budaya koleksi museum tersebut.

 

“Kami menjadwalkan kunjungan difabel ke Museum Mpu Purwa, Sabtu 20 Mei 2023” ujar M.Dwi Cahyono. “Tujuan kunjungan spesial ini untuk mengenal, memahami,  dan meretak makna yang terkandung di dalam benda-benda warisan budaya koleksi Museum Mpu Purwa.”

Kegiatan kunjungan difabel ke Museum Mpu Purwa ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Nusantara Culture Academy (NCA), Patembayan Citraleka, Pokja Bhandagiri serta Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS).

 

Memaknai Hari Museum Internasional

Dwi sapaan akrabnya menjelaskan, pihknya membuka kuota 50 orang difabel atau penyandang disabilitas  untuk kegiatan pembelajaran ini secara gratis. Sebagian di antara mereka adalah anggota Difabel Pecinta Alam. Selain mengapreasi benda koleksi museum, para difabel tersebut juga berkesempatan memperagakan gamelan Jawa koleksi Museum Mpu Purwa.

Masih diterangkan Dwi, kunjungan difabel ke Museum Mpu Purwa ini disamping untuk memperingati “Hari Museum Internasional”, juga penggiatan kembali kunjungan museum pasca Pandemi Covid-19. Aktivasi ini sangat penting, mengingat bahwa lokasi Museum Mpu Purwa berada di areal “kantong perumahan” dan fasiltas umum pada kawasan koridoor Jalan Soekarno-Hatta. Tepatnya, Museum Mpu Purwa terletak di Perumahan Griya Santa, Jl Soekarno Hatta 210, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Pada kondisinya yang demikian, terang Dwi pihak Museum Mpu Purwa mustilah aktif mempromosikan kunjungan museum dan rajin menyelenggarakan kegiatan kemuseuman bagi publik. Khususnya bagi para pelajar, mahasiswa ataupun warga masyarakat luas, tak terkecuali penyandang disabilitas.

“Semoga kegiatan kunjungan Difabel ke Museum Mpu Purwa ini menjadi pemantik bagi khalayak luas untuk mengunjungi museum,” harap Dwi. Para penyandang Disabilitas saja memiliki kesandaran serta kemauan untuk berkunjung ke museum, mestinya masyarakat lainnya juga demikian.

 

Apresiasi Difabel Pecinta Alam

Pembina Difabel Pecinta Alam, Ken Kertaning Tyas mengapresiasi kegiatan kunjungan difabel ke Museum Mpu Purwaa. Hal ini sesuai kebutuhan agar para difabel berkesempatan belajar dan turut menjaga situs heritage.

“Sering kita lihat situs heritage di sekitar lingkungan tempat tinggal, di tempat wisata, atau khususnya bagi Difpala di sepanjang jalur pendakian, namun kerap kali tidak mengetahui makna dan perlindungannya,” ungkap Ken Kerta.

Ken menjelaskan, bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat penyandang disabilitas untuk turut peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan. Belajar tentang makna dan perlindungan situs heritage termasuk dalam upaya pelestarian tersebut.

 

Layanan museum terbuka untuk umum

Sejarawan arkelog M. Dwi Cahyono dalam rilisnya mengatakan bahwa ICOM (International Council of Museum) mendefinisikan museum sebagai lembaga non-profit yang melayani masyarakat luas.

Museum adalah lembaga yang bersifat tetap, tak mencari keuntungan dalam melayani masyarakat, terbuka untuk umum, dengan menyelenggarakan penelitian untuk memperoleh, mengawetkan, mengkomunikasikan maupun memamerkan barang- barang pembuktian manusia dan lingkungan untuk tujuan pendidikan, pengkajian dan hiburan.

Museum beroperasi dan berkomunikasi secara etis, profesional dan dengan partisipasi masyarakat, menawarkan beragam pengalaman untuk pendidikan, kesenangan, refleksi dan berbagi pengetahuan.

Sesuai dengan definisi diatas, museum terbuka untuk umum. Siapapun, terlepas dari kondisi fisik dan psikologisnya, terbuka untuk berkunjung guna belajar, berekreasi atau berefleksi di museum, tak terkecuali bagi penyandang disabilitas sebagai anggota masyarakat luas.

Terhadapnya  lembaga beserta petugas museum memberikan pelayanan secara etis dan profesional. Kontribusi fungsi museum yang demikian itu disandang oleh Museum Mpu Purwa, yakni salah satu museum yang bernaung di bawah Pemerintah Kota Malang.

 

Pers rilis

Informasi kontak Ken Kerta 0857-6463-9993

Similar Posts

Skip to content