Retno Tri Damayanti: Lawang Potensial sebagai Rintisan Kampung Inklusi

 

Pagi menjelang siang nampak beberapa orangtua dari anak berkebutuhan khusus mengikuti pelatihan batik ciprat, Jumat 4 September 2020 di halaman samping kantor Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pelatihan tersebut merupakan kali pertamanya setelah sehari sebelumnya dicanangkan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk mendukung pengembangan Kampung Inklusi di Kecamatan Lawang.

“Ini merupakan salah satu kegiatan dari pembentukan Shelterd Workshop Peduli,” terang Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Malang, Retno Tri Damayanti, di lokasi kegiatan.

Lanjutnya, Shelterd Workshop Peduli (SWP) ini untuk mendukung pembentukan Kampung Inklusi yang memang diinisiasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Malang, bekerjasama pula dengan Kementerian Sosial RI dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) “Kartini,” Temanggung.

“Jadi memang program ini merupakan program integrasi, melibatkan beberapa stake holder yang kedepan kita harapkan tidak hanya Dinas Sosial yang berperan dalam pemberdayaan disabilitas, tapi stake holder terkait juga bisa terlibat dalam pemberdayaan penyandang disabilitas,” tukas Retno.

Retno Tri Damayanti menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Inklusi dimulai dari Kecamatan Lawang sebagai pilot project atau rintisan.

“Mengapa saya menunjuk Kecamatan Lawang, karena memang di Lawang sudah banyak potensi yang bisa dikembangkan,” terang Retno. Termasuk adanya batik ciprat yang telah mulai diproduksi di Kecamatan Lawang. Harapannya dengan adanya pelatihan kemampuan fan keterampilan anggota shelterd akan mengalami peningkatan.

Sebagai informasi, potensi Lawang sebagai pilot project kampung inklusi diantaranya selain dukungan penuh dari Muspika Kecamatan Lawang, juga telah adanya rintisan Desa Inklusi Bedali dan Posyandu Disabilitas yang diinisiasi oleh Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sejak tahun 2019.

Terdapat pula paguyuban orangtua dari anak disabilitas yang mulai aktif dengan berbagai kegiatan pemberdayaan.

Potensi lainnya, terdapat lintas elemen, instansi dan organisasi yang saling bersinergi dan memberikan kontribusi positif pada kemajuan pemberdayaan penyandang disabilitas, diantaranya Puskesmas Lawang, RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang, SLB Pembina Lawang, SDN V Inklusi Bedali, BMH Malang, Lazisnu, serta kerjasama beberapa perguruan tinggi. (Ken)

Lihat video pelatihan batik ciprat SWP Handayani Malang:

Facebook Comments
WhatsApp chat