wonorejo KND

Posyandu Wonorejo Dilirik Komnas Disabilitas

1 minute, 48 seconds Read
Listen to this article

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Posyandu Disabilitas Desa Wonorejo tengah bersiap menerima kunjungan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI. Agenda kunjungan lembaga non struktural yang berada di bawah tanggungjawab Presiden ini, bertujuan meninjau praktik Posyandu Disabilitas dan berdiskusi dengan steakholder terkait.

Pelaksanaan kunjungan dijadwalkan pada 4 Januari mendatang bertempat di Kantor Desa Wonorejo, Kabupaten Malang.

“Bentuk persiapan yang dilakukan Posyandu Disabilitas Desa Wonorejo adalah para kader melakukan koordinasi internal dengan perangkat desa, PKK, Kelompok Inklusi Disabilitas (KID), Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kecamatan Lawang, serta Lingkar Sosial Indonesia (Linksos),” terang Ketua Linksos Ken Kertaning Tyas, Minggu (1/1) kemarin.

Posyandu Disabilitas di Wonorejo yang berada di kaki Gunung Arjuno ini memiliki sekira 87 penyandang disabilitas sasaran penerima manfaat. Ada tujuh kader Posyandu Disabilitas dengan dua orang tenaga kesehatan bidan dan perawat serta sistem dukungan pemberdayaan dari Kelompok Inklusi Disabilitas (KID).

Posyandu Disabilitasi merupakan inovasi layanan kesehatan disabilitas berbasis sumberdaya masyarakat. Keunikan posyandu ini adalah adanya layanan fisioterapi, terapi wicara, konseling dan parenting. Sebelumnya layanan-layanan tersebut hanya ada di rumah sakit dan berbayar. Namun dengan adanya Posyandu Disabilitas, kini layanan tersebut bisa diakses dengan mudah ditingkat desa/kelurahan secara gratis

Masing masing Posyandu Disabilitas di setiap desa/kelurahan dikatakan Ken, sapaannya, memiliki keunikan dan kelebihan masing masing. Khususnya Posyandu Disabilitas Desa Wonorejo disebut Ken memiliki karakter kompak dan semangat.

“Karena terjadi kerjasama yang baik antara perangkat desa, PKK, Kelompok Inklusi Disabilitas (KID) serta kader Posyandu Disabilitas dan tenaga kesehatan. Perangkat Desa Wonorejo juga tak segan menjemput penyandang Disabilitas yang berhalangan mobilitas,” ungkap Ken.

“Bahkan dengan menggunakan sepeda motor, tanpa harus mengandalkan ambulan. PKK Desa Wonorejo juga terlibat aktif dalam Posyandu Disabilitas. Mereka memahami bahwa Posyandu merupakan bagian dari PKK,” sambungnya.

Ken berharap dengan adanya kunjungan kerja Komisi Nasional Disabilitas RI ke Posyandu Disabilitas, akan mempercepat realisasi dukungan regulasi sehingga layanan kesehatan berbasis kebutuhan ragam disabilitas ini akan wajib ada di seluruh desa/kelurahan di Indonesia.

“Jumlah Posyandu Disabilitas yang telah dibentuk di Kabupaten Malang, yaitu sembilan pos di Kecamatan Lawang, satu pos di Kecamatan Pakisaji, dan satu pos di Kecamatan Wonosari. Sedangkan di Kecamatan Blimbing Kota Malang, terdapat satu pos di Kelurahan Polehan. Total terdapat 12 Posyandu Disabilitas di Kabupaten Malang dan Kota Malang,” pungkasnya. (ian/aim)

Baca sumber. 

Similar Posts

Skip to content