Pers Rilis: Posyandu Disabilitas Dikembangkan di Desa Pakisaji

Setelah November 2019 lalu Desa Bedali, Kecamatan Lawang mencanangkan Posyandu Disabilitas, kini inovasi layanan kesehatan tersebut dikembangkan di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, keduanya di Kabupaten Malang. Posyandu Disabilitas merupakan salah satu produk Desa Inklusi yang diinisiasi dan dikembangkan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) di Kabupaten Malang sejak tahun 2019.

Pencanangan Posyandu Disabilitas di Desa Pakisaji ditetapkan melalui melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD),  Selasa, 15 Desember 2020 di Balai Desa Pakisaji. MMD digelar oleh Forum Desa Inklusi Pakisaji bekerjasama dengan Pemerintah Desa Pakisaji dan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS).

MMD juga dihadiri lintas sektor terkait yaitu Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pakisaji, Puskesmas Pakisaji, RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Klinik Kauman Husada, PMI Malang, Forum Malang Inklusi, serta Pembina dan Pengurus Forum Desa Inklusi Pakisaji.

Saat ini di Desa Pakisaji terdata penyandang disabilitas sejumlah berjumlah 68 orang, dengan rincian berdasarkan ragam disabilitas, 16 orang disabilitas daksa, 7 orang disabilitas intelektual, 14 orang disabilitas mental, 5 orang tuli, 3 orang disabilitas netra, sisanya 23 anak yang mengalami disabilitas ganda, misalnya disabilitas intelektual dan wicara, celebral palsy dan gangguan tumbuh kembang, dan lainnya.

Sebagian besar penyandang disabilitas yang terdata, utamanya anak-anak, tidak memperoleh penanganan kesehatan yang layak sejak dini, sehingga kondisi kesehatan mereka rentan semakin memburuk. Dengan adanya Posyandu Disabilitas harapannya masalah kesehatan penyandang disabilitas khususnya di Desa Pakisaji mendapatkan layanan yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan ragam disabilitasnya.

 

Sejarah Posyandu Disabilitas

Posyandu Disabilitas merupakan layanan kesehatan berdasarkan ragam disabilitas, seperti fisio terapi bagi disabilitas fisik, terapi wicara bagi anak-anak dengan hambatan wicara, layanan konsultasi untuk orang dengan gangguan jiwa, dan lainnya.

Umumnya layanan-layanan tersebut hanya ada di Rumah Sakit dan berbayar. Satu kali terapi keluarga pasien difabel harus mengeluarkan hingga 200 ribu rupiah, belum termasuk biaya transportasi dan kerugian meninggalkan pekerjaan. Sedangkan penyandang disabilitas rerata berasal dari keluarga tidak mampu. Dengan adanya Posyandu Disabilitas kini semua layanan tersebut bisa diakses secara gratis di tingkat desa.

Posyandu Disabilitas untuk pertama kalinya ada di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Inovasi ini merupakan salah satu produk Desa Inklusi yang diinisiasi oleh Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), melalui program Disability Inclusive Development (DID) di Kabupaten Malang sejak tahun 2019.

Desa Inklusi merupakan sistem pemerintahan desa/kelurahan yang mengakomodasi hak dan kepentingan senua warga termasuk penyandang disabilitas.Sedangkan Desa Inklusi di Kabupaten Malang pertama kali dicanangkan di Desa Pakisaji, melalui Sarasehan Desa Inklusi yang diadakan oleh LINKSOS, Kamis, 15 Agustus 2019. Acara yang sama kemudian diadakan di Desa Bedali, Selasa, 12 November 2019, yang menghasilkan 5 pasal Komitmen Bersama Desa Bedali Inklusif Disabilitas.

Lima pasal tersebut intinya meliputi kesetaraan akses penyandang disabilitas pada layanan dan fasilitas umum, pendataan penyandang disabilitas, keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses pembangunan, adanya Kelompok Difabel Desa sebagai wadah interaksi sosial, serta pemberdayaan penyandang disabilitas secara inklusif.

Dalam sarasehan tersebut LINKSOS memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan gagasannya. Diantara gagasan tersebut adalah Posyandu Disabilitas, masukan dari PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Sebelumnya Rumah Sakit Jiwa tersebut telah mengembangkan Posyandu Jiwa yang khusus menangani orang-orang dengan gangguan jiwa.

LINKSOS mengembangkan Desa Inklusi didukung oleh until No Leprosy Remains (NLR), sebuah organisasi nirlaba independent dengan misi dunia tanpa kusta dan inklusif bagi penyandang disabilitas, bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Selain di Kabupaten Malang, saat ini LINKSOS tengah mengembangkan Desa Inklusi di Kabupaten Pasuruan.

 

Pers Rilis dibuat oleh Lingkar Sosial Indonesia di Omah Difabel, Kabupaten Malang. Informasi lebih lanjut dan wawancara hubungi:

  1. Siswinarsih (Ketua Forum Desa Inklusi Pakisaji) whatsapp 0817-5400-699
  2. Kertaning Tyas/ Ken Kerta (Ketua Pembina LINKSOS) whatsapp 0857-6463-9993
Facebook Comments