Tiga Guru Besar Ma Chung

Pengukuhan Guru Besar dan Konsistensi Universitas Ma Chung

3 minutes, 20 seconds Read
Listen to this article
Universitas Ma Chung mengukuhkan tiga Guru Besar. LINKSOS memberikan apresiasi sebagai perguruan tinggi yang konsisten terhadap pengabdian masyarakat.
Ken Kerta
Ken Kerta
Penulis adalah Pendiri Lingkar Sosial Indonesia

 

 

 

Universitas Ma Chung menggelar prosesi pengukuhan Guru Besar, Kamis (7/3 2024) di Balai Pertiwi. Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sebagai mitra Universitas Ma Chung hadir dalam pengukuhan tersebut.

Tiga Guru Besar Universitas Ma Chung yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Eng Romy Budhi, S.T., M.T., M.Pd. dari Fakultas Teknologi dan Desain bidang Ilmu Teknik Informatika, Prof. Dr. Daniel Ginting, S.S., M.Pd. dari Fakultas Bahasa bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris, dan Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bidang Ilmu Manajemen Inovasi. 

Ketiga guru besar tersebut juga telah menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat Akademik dari Kepala LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., pada Desember 2023 dan Januari 2024.

Universitas Ma Chung adalah sebuah universitas swasta Indonesia yang berlokasi di Villa Puncak Tidar N-01, Kota Malang, Jawa Timur. Universitas ini berada di bawah naungan Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera. 

Sedangkan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) adalah pusat pemberdayaan disabilitas. LINKSOS berkedudukan di Malang, Jawa Timur dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.

Pengabdian masyarakat yang konsisten

Prof. Dr. Eng Romy Budhi, S.T., M.T., M.Pd. adalah salah satu dari Guru Besar Universitas Ma Chung.  Dosen dari Fakultas Teknologi dan Desain bidang Ilmu Teknik Informatika ini bekerjasama dengan LINKSOS sejak tahun 2018. 

Romy Budhi sapaan akrabnya, sejak tahun 2018 konsisten meneliti dan mengembangkan alat bantu disabilitas berbasis human welfare atau kesejahteraan manusia. Ia juga mengajak dosen-dosen lainnya untuk melakukan hal serupa. 

Hingga tahun 2023 kerjasama penelitian Universitas Ma Chung dan LINKSOS telah menghasilkan 6 aplikasi alat bantu disabilitas. Konsistensi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Inclusive Award 2021 dari Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS). 

Prof. Romy Budhi dikenal karena fokus dalam bidang interaksi manusia dan mesin (human-machine interaction). Dalam meraih gelar profesornya, ia mengangkat judul “Aksesibilitas Menuju Tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Tahun 2030”.

Penelitiannya berdasarkan data bahwa 63 persen penyandang disabilitas berwirausaha sebab kurangnya akses terhadap pasar tenaga kerja. Oleh sebab itu, penelitiannya sebagai upaya membuka kesempatan terhadap disabilitas untuk belajar di bekerja di bidang Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). 

Gunu Besar Universitas Ma Chung
Tim LINKSOS dan Gerkatin Malang sebagai mitra Universitas Ma Chung. Searah jarum jam: Ahmad Sanai dan istri, Sumiati, Qodarul Irma Yulia, Prof. Romi Budhi, Ken Kerta, Widi Sugiarti dan Nina, usai acara pengukuhan Guru Besar, Kamis (7/3 2024) di Balai Pertiwi, Universitas Ma Chung.

Tiga indikator konsistensi pengabdian masyarakat

LINKSOS menilai Universitas Ma Chung sebagai perguruan tinggi yang konsisten dalam pengabdian masyarakat. Penilaian tersebut berdasarkan tiga indikator yaitu eksistensi masyarakat, pelibatan yang bermakna, serta keberlanjutan.

Pertama eksistensi masyarakat. Universitas Ma Chung mengakui eksistensi masyarakat melalui bentuk legal kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU). Untuk pertama kalinya, MoU LINKSOS dan Universitas Ma Chung pada tahun 2020. Kerjasama tersebut di tingkat rektorat dan masih berlangsung hingga saat ini. 

Kedua pelibatan yang bermakna. Pengabdian masyarakat Universitas Ma Chung menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek penelitian. Penyandang disabilitas terlibat sejak awal perencanaan, implementasi sebagai panitia penyelenggara, hingga evaluasi. LINKSOS mengapresiasi praktik baik Universitas Ma Chung sebagai pelibatan penyandang disabilitas secara bermakna.

Sebagai perbandingan, masih terdapat kalangan sitivas akademika yang hanya menempatkan penyandang disabilitas sebagai obyek penelitian. Cara kerjanya, seluruh rencana penelitian dan implementasi dilakukan sepihak oleh peneliti. Peran komunitas disabilitas hanya menandatangani berkas persetujuan sebagai mitra.

Ketiga keberlanjutan. Kerjasama LINKSOS dengan Universitas Ma Chung telah terbukti dan teruji sejak tahun 2018. Keberlanjutan kedua lembaga ini juga maujud dalam keberhasilan salah satu penelitian alat bantu disabilitas, dari tahap assesmen, praktik penelitian hingga produksi. Alat bantu tersebut adalah Mouse untuk Pengguna Tanpa Lengan. 

Harapan

Harapan terhadap Universitas Ma Chung, agar kerjasama dengan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) akan terus berlanjut. LINKSOS juga berharap agar kerjasama bisa meluas. Kerjasama tak hanya di bidang teknologi melainkan juga di bidang lainnya seperti ekonomi dan bisnis, seni budaya, kesehatan dan lainnya. 

LINKSOS juga berharap, praktik baik pengabdian masyarakat yang konsisten, berkelanjutan dan melibatkan penyandang disabilitas secara bermakna bisa menjadi budaya dalam sivitas akademika. 

Similar Posts

Skip to content