Yayasan Rumah Ketupat

Mengenal Yayasan Rumah Ketupat

1 minute, 30 seconds Read
Listen to this article
Yayasan Rumah Ketupat ingin setiap sukses selesai pengobatan dan kembalinya orang yang pernah mengalami kusta menjadi momen yang layak dirayakan seperti perayaan Lebaran Ketupat.
Widi Sugiarti
Widi Sugiarti
Penulis adalah Anggota Pendiri Lingkar Sosial Indonesia

Selama dua jam, kami mendampingi Pak Ken Kerta berdiskusi dengan Pak Johny Sulistio, Selasa (20/2 2024) di Pasuruan. Mereka berdiskusi banyak hal, namun fokus pada isu kusta dan disabilitas. 

Oh ya, saya kenalkan dulu. Pak Ken Kerta adalah Pendiri Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), pusat pemberdayaan disabilitas dan kusta di Jawa Timur. Sedangkan Pak Johny Sulistio adalah Pendiri Yayasan Rumah Ketupat. Yayasan tersebut belum lama berdiri. 

Kami saat itu, ada saya, Mbak Yulia dan Mbak Makiya, lebih banyak menyimak diskusi mereka. Namun, akhirnya kami terlibat juga dalam diskusi yang menarik itu. Khususnya saya sendiri banyak bercerita tentang pengalaman mendampingi Difabel Pecinta Alam dan tentang Posyandu Disabilitas. 


Apa itu Yayasan Rumah Ketupat? 

Yayasan Rumah Ketupat adalah inisiatif unik yang bertujuan menggabungkan pelayanan medis dan pelayanan sosial di dalam sebuah rumah. Layanan tersebut untuk pasien atau orang yang pernah mengalami kusta yang tersingkirkan. 

Keinginan yayasan ini adalah keterlibatan anggota masyarakat sebagai relawan/ kader yang bekerja bersama dengan professional kesehatan dan sosial. Harapannya, hal ini dapat mempercepat diseminasi anti stigma di tengah masyarakat. 

Visi Yayasan Rumah Ketupat bahwa setelah 2 tahun beroperasi telah dapat mengurangi stigma sosial melalui pembuktian survei persepsi sosial. Yayasan ini juga akan mengembangkan ekonomi sosial dalam bentuk pengelolaan limbah dan sampah. 

Praktiknya, yayasan akan membuat pupuk organic asam amino dari limbah ikan. Yayasan juga akan membuka pelayanan perawatan luka, pelatihan caregiver dan lainnya. 

Yayasan Rumah Ketupat berharap, implementasi layanan ini dapat melestarikan pendapatan para anggota yayasan dan masyarakat sekitar. Selain itu, setiap sukses selesai pengobatan dan kembalinya orang yang pernah mengalami kusta mantan menjadi momen yang layak dirayakan seperti perayaan Lebaran Ketupat.

Similar Posts

Skip to content