SLB BC KEPANJEN

Lokakarya Pencapaian Indikator SKU/SKK di SLB BC Kepanjen

1 minute, 39 seconds Read
Listen to this article

SLB BC Kepanjen bekerjasama dengan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) menggelar Lokakarya Penyusunan Pencapaian Indikator SKU/SKK bagi Pramuka Penyandang Disabilitas. Tujuan lokakarya untuk memudahkan para guru kelas membina kegiatan kepramukaan. 

 

Menjawab kebutuhan adanya Pembina Pramuka di SLB

“Lokakarya kami lakukan untuk menjawab kebutuhan adanya Pembina Pramuka di SLB Kepanjen, sebab selama ini kami sangat kesulitan mendapatkan Pembina tersebut,” ujar Kepala Sekolah SLB BC Kepanjen, Yulia Esti Mulyani, Sabtu, 21 Oktober di lokasi workshop. Penyebab kesulitan tersebut adalah Pembina Pramuka secara umum tidak memiliki pengetahuan tentang disabilitas sehingga mereka tidak siap melatih di SLB. 

 

“Alhamdulilah kami bertemu Pak Ken (Ketua Pembina LINKSOS– red) dan kami difasilitasi melalui pelatihan para guru kelas untuk bisa menjadi Pembina Pramuka,”  jelas Yulia sapaan akrabnya. Harapan kedepan ini sebagai dasar kami untuk mendidik anak-anak SLB BC Kepanjen di bidang kepramukaan serta tentunya pembentukan karakter yang kami gunakan dalam kegiatan KBM, pungkasnya. 

 


Pentingnya penyesuaian pencapaian indikator

Dalam kesempatan yang sama Pelatih Pramuka Duri Handoyo menjelaskan latar belakang pentingnya penyesuaian pencapaian indikator SKU/SKK bagi penyandang disabilitas.

“SKU secara umum menjadi acuan kegiatan kepramukaan di gugusdepan, sedangkan di SLB peserta didiknya berkebutuhan khusus dengan berbagai macam kondisi,” kata Duri sapaan akrabnya. Oleh sebab itu, lanjut Duri SKU juga harus disesuaikan agar kegiatan Pramuka bisa menyentuh seluruh peserta didik sesuai kebutuhannya. 

 

Tak banyak kendala dalam menyusun indikator ini sebab para guru SLB terlibat penuh dan aktif. Mereka sudah sangat paham dengan kondisi peserta didik. Kami berharap, hasil lokakarya ini akan menjadi pedoman penyelenggaraan Pramuka di SLB BC Kepanjen. Selain itu juga bisa menjadi contoh dan digunakan di SLB lain serta kegiatan kepramukaan inklusif, pungkas Duri. 

 

Sebagai informasi LINKSOS bekerjasama dengan Pramuka secara swadaya sejak tahun 2021. Kerjasama tersebut dalam bentuk penghijauan, kemah bakti, jelajah alam dan peningkatan kapasitas Pramuka. 

 

Khususnya di tahun 2023, sejak bulan Mei kegiatan kepramukaan LINKSOS mendapatkan dukungan dari Indika Foundation. LINKSOS juga menjalin kerjasama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI terkait dengan pengarusutamaan isu disabilitas dalam kegiatan cinta alam dan kepramukaan. 

 

(admin)

 

Similar Posts

Skip to content