Posyandu disabilitas Polehan

Lintas Sektor dalam Posyandu Disabilitas Polehan

2 minutes, 54 seconds Read

Bertepatan dengan momen Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2022, Kelurahan Polehan membuka layanan Posyandu Disabilitas. Kegiatan ini didukung lintas sektor baik organisasi perangkat daerah, swasta maupun kelompok masyarakat.

 

“Hari ini kami mencanangkan Kelurahan Polehan Inklusi, sekaligus membuka layanan Posyandu Disabilitas,” ujar ujar Lurah Polehan R, Muhammad Ali Nuryadi, SH, Kamis 1 Desember 2022 di tempat kerjanya.

Dalam hal ini kami bekerjasama dengan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) serta Pemerintah Kecamatan Blimbing dan dinas terkait serta swasta, terang Nuryadi sapaan akrabnya. Dari dinas terkait yaitu Dinas Sosial, Bappeda serta Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kendalkerep.

Sedangkan dari pihak swasta, lanjut Nuryadi, ada General Menejer Hotel Ibis Style Malang. Hadir pula perwakilan dari ArtNMotions School Dance Kota Malang.

 

Kesepakatan Kerjasama

Pencanangan Kelurahan Polehan Inklusi dan Pembukaan Posyandu Disabilitas ditandai dengan penyerahan SK Lurah Polehan tentang Pembentukan Kelompok Inklusi Disabilitas (KID) kepada Ketua pengurus KID.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandanganan kesepakatan kerjasama antara Lurah Polehan dengan Yayasan Lingkar Sosial Indonesia. Isi kesepakatan tersebut memuat teknis kerjasama pengembangan Kelurahan Polehan Inklusi dan Posyandu Disabilitas.

 

Sosialisasi Posyandu Disabilitas

Ketua Pembina LINKSOS, Kertaning Tyas dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa materi terkait kelurahan inklusi dan Posyandu Disabilitas.

“Posyandu Disabilitas merupakan layanan kesehatan berbasis ragam disabilitas di antaranya fisio terapi, terapi wicara, konseling, dan parenting,” terang Ken sapaan akrabnya.

Sedangkan teknis Posyandu Disabilitas, kata Ken selaras dengan posyandu pada umumnya, yang menggunakan 5 meja pelayanan. Bedanya, jika di Posyandu Disabilitas ditambah dua meja layanan, yaitu Meja 6 untuk layanan terapi, dan meja 7 untuk layanan pemberdayaan.

Ken menjelaskan, layanan meja 6 Terapi, diisi oleh terapis dari rumah sakit atau tenaga kesehatan dan kader yang telah dilatih. Sedangkan meja 7 diisi oleh kader yang memiliki keahlian di bidang pelatihan keterampilan kerja.

Terkait operasional, Ken menjelaskan Posyandu Disabilitas Kelurahan Polehan dilaksanakan satu bulan sekali. Lokasi kegiatan di ruang pertemuan Kelurahan Polehan.

 

Dukungan lintas sektor

LINKSOS merangkum beberapa dukungan lintas sektor yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.  Di antaranya Dinas Sosial Kota Malang yang menyampaikan beberapa program pelatihan yang bisa diakses penyandang disabilitas.

Kemudian Bappeda Kota Malang menyampaikan bahwa untuk penganggaran Posyandu Disabilitas bisa diusulkan melalui Musrenbang Kelurahan. Sementara itu Puskesmas Kendalkerep menyampaikan pihaknya siap memberikan dukungan penuh sesuai dengan ketersediaan sumber daya saat ini.

Sedangkan dari mitra swasta, Ibis Style Malang menyampaikan kesiapan berkontribusi terhadap segala bentuk kegiatan sosial masyarakat. Di antaranya yang telah dilakukan Ibis Style Malang, bersama LINKSOS mengembangkan galeri batik cap ciprat karya penyandang disabilitas di lobi hotel tersebut.

Dukungan juga disampaikan oleh ArtNMotions School Dance Kota Malang. Sekolah tari ini, bersama LINKSOS mengembangkan tim dance kolaborasi anak-anak penyandang disabilitas fisik dengan siswa ArtNMotions. Sekolah ini berharap, kedepan anak-anak dari semua ragam disabilitas dapat terlibat.

 

Rencana keberlanjutan

Guna memastikan keberlanjutan program, LINKSOS mengambil dua langkah strategis. Pertama, berkoordinasi dengan Bappeda terkait pembiayaan Posyandu Disabilitas. Kedua, menggalang dukungan kemitraan dengan Rumah Sakit untuk pemenuhan tenaga terapis dana pelatihan terapis bagi nakes dan Kader. 

“Terkait pembiayaan Posyandu Disabilitas, yang pertana telah kami sampaikan kepada Bappeda Kota Malang melalui Musrenbang Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP),” terang Ken. Kemudian kami sampaikan lagi dalam kesempatan sosialisasi pencanangan Kelurahan Polehan Inklusi dan pembukaan Posyandu Disabilitas. 

Solusi pembiayaan Posyandu Disabilitas saat ini adalah sinergitas lintas sektor, tandas Ken. Dari Pemerintah Kelurahan bisa mengalokasikan biaya konsumsi pertemuan. Kemudian dari Puskesmas menudukung ketersediaan tenaga medis. Sedangkan LINKSOS akan menfasilitasi pelatihan-pelatihan dan kegiatan pemberdayaan lainnya.

Kami juga akan melakukan koordinasi kolaborasi program dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Diskopindag dan dinas-dinas lainnya. 

 

Pers rilis. Informasi dan wawancara hubungi 0858-9570-9375 (Widi)

 

VIDEO SOSIALISASI PENCANANGAN kELURAHAN POLEHAN INKLUSI DAN PEMBUKAAN POSYANDU DISABILITAS

Similar Posts