LINKSOS Dukung Penanganan Kusta “Bengkura Mas” Puskesmas Nguling Pasuruan

Peretmuan Koordinasi, Rabu 19 Juli 2020. Searah jarum jam, Kepala Puskesmas Nguling dr. Eko Santoso Machfur, PJ Promkes Putri Firdian Anwar, PJ Kusta Eriyanti, Manager Desa Inklusi LINKSOS Priyo Utomo, Ketua Pembina LINKSOS Ken Kerta. 
KAB. PASURUAN- Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) melakukan kerjasama pemberdayaan orang yang pernah mengalami kusta dengan Puskesmas Nguling, Kabupaten Pasuruan. Dukungan yang diberikan organisasi penggerak inklusi tersebut dalam bentuk pemberdayaan ekonomi dan peningkapan kapasitas sosial dalam pembangunan inklusif. Kerjasama disepakati dalam pertemuan kedua belah pihak, Rabu 19 Agustus 2020 di Puskesmas Nguling.

“Kegiatan pemberdayaan Lingkar Sosial selaras dengan program kami dibidang penanganan kusta, yaitu inovasi UKM Bengkura Mas, atau Bebaskan Nguling dari Kusta , Mandiri Bersama Masyarakat,” ujar Kepala Puskesmas Nguling, dr. Eko Santoso Machfur, didampingi PJ Kusta Eriyanti dan PJ Promkes Putri Firdian Anwar.

Inovasi UKM Bengkura Mas ditetapkan dalam Keputusan Kepala UPTD Kesehatan Puskesmas Nguling, nomor 440/012/424.072.035/2019, tanggal 01 Juli 2019. Inovasi ini betujuan untuk menurunkan angka kesakitan penderita kusta menjadi 1/10.000 penduduk atau 0 tidak ada penderita kusta. Karena pada tahun 2000 di wilayah Puskesmas Nguling menempati urutan pertama se-Kabupaten Pasuruan dengan prevalensi  (11,9 per 10.000 penduduk ) Proporsi anak (25,5%) , Proporsi Cacat (19,6%) yang seharusnya kurang dari 5%

Baca juga: Kerjasama Dinkes Pasuruan dan LINKSOS untuk Pemberdayaan Komunitas Kusta

Tujuan selanjutnya adalah sebagai upaya penemuan penderita baru sedini mungkin agar jangan sampai cacat dengan pemberian obat secara rutin dengan harapan tidak ada lagi penderita yang mogok minum obat untuk menghindari defaulter. Juga menghilangkan stigma di masyarakat tentang penyakit serta penderita kusta dengan cara sosialisasi bersama kader kesehatan dan tokoh masyarakat.

“Output dari kerjasama ini adalah adanya kebijakan Pemerintah yang menjamin peran aktif OYPMK dalam pembangunan secara inklusif,” terang Kertaning Tyas.

Beberapa kegiatan yang akan kami lakukan dengan kategori meliputi koordinasi dengan pemangku kebijakan, sosialisasi sadar kusta kepada OYPMK dan stake holder, serta peningkatan kapasitas OYPMK, terang Ken sapaan akrabnya.

“Program kami sejalan dengan Pemerintah, kami fokus pada pemberdayaan komunitas kusta baik secara ekonomi maupun peran aktifnya dalam pembangunan,’ pungkas Ken. (admin)

Facebook Comments
WhatsApp chat