Difabel Belajar Menulis Caption

2 minutes, 47 seconds Read

Bagi sebagian kalangan, publikasi kegiatan dianggap bentuk kerja tidak ikhlas, pamer dan jualan isu. Namun bagi beberapa anak muda difabel, publikasi adalah hal penting terkait perluasan dampak dan manfaat. Secara sederhana setidaknya bagaimana cara membuat caption untuk publikasi kegiatan. Untuk itu mereka belajar bersama LINKSOS.

 

Kegiatan belajar menulis ini merupakan bagian dari kampanye sosial bertajuk Mari Inisiasi Kesehatan Penyandang Disabilitas dan Reproduksi. Kampanye tersebut didukung oleh campaign.com dan Indika Foundation. Pelatihan menulis ini merupakan langkah awal tim untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menulis dan melakukan advokasi melalui media sosial. 20 orang penyandang disabilitas dan pendamping mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan menghadirkan beberapa pemateri, yaitu Ken Kerta (CEO & Founder LINKSOS), Fira Fitria (jurnalis solider,id) dan Yovinus Guntur (Pimpinan Redaksi Super Radio), serta fasilitator Niken (mahasiswi sosiologi Unair). Hadir pula pemateri terkait kesehatan reproduksi yaitu Daisy Poegoeh (Psikolog Klinis RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang). 

 

Manfaat belajar menulis

“Menulis dan publikasi kegiatan ini penting, bahkan juga berdampak pada kemampuan public speaking,” ujar salah satu peserta pelatihan, Priyo Utomo, Minggu, 12 Februari 2023 di lokasi pelatihan, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Lawang.

Menulis menjadikan gagasan kita lebih terstruktur, sehingga berpengaruh pada cara bicara kita yang automatis juga terstruktur, ungkap Priyo. Pria dengan disabilitas fisik ini juga mengungkap, dulu saya gagap kini jauh lebih baik karena berlatih-berlatih dan berlatih.

Untuk pelatihan menulis caption juga sangat penting, sebab selama ini jika memposting foto di medsos tanpa narasi apapun, kata Priyo.

 

Standar Operasional Prosedur

Salah satu narasumber, Ken Kerta mengungkap kebiasaan komunitas terkait publikasi. Penerima Australia Award in Indonesia 2019- Short Term Award, The Role of DPOs in the Implementation of Policy Reform mengatakan bahwa setiap organisasi memiliki strategi yang berbeda dalam publikasi kegiatan.

“Ada yang memilih tanpa publikasi dengan alasan tak mau pamer,” ungkap Ken. Namun bagi LINKSOS, publikasi kegiatan adalah SOP atau standar operasional prosedur sebagai bentuk transparansi publik, tandasnya.

 

Publikasi di era medsos

Ken menambahkan, di era medsos saat ini publikasi kegiatan baik bagi pribadi maupun organisasi nyaris tak terhindari. Survei LINKSOS di media sosial sepanjang tahun 2019-2021 menunjukkan keberhasilan dan kegagalan komunitas difabel dalam melakukan publikasi.

Survei menyasar pada aktivitas media sosial pegiat dan organisasi difabel. Tim memantau 6 akun medsos pegiat dan organisasi yaitu inisial LK, HW, GT, OP, DM, PG. Hasilnya adalah 1 organisasi konsisten melakukan kampanye di beberapa akun media sosial dan memiliki website, dan 2 organisasi konsisten publikasi di beberapa akun medsos. Kemudian 3 organisasi membuat grup koordinasi di medsos dan mencoba untuk posting kegiatan namun sepi respon.

Selanjutnya, 1 organisasi tak memiliki akun komunitas. Di beberapa grup whatsapp, komunitas ini menyatakan tidak melakukan publikasi sebab tak mau pamer dan menyatakan bekerja dengan ikhlas. Namun nampak publikasi kegiatan diposting melalui beberapa akun pribadi pengurusnya. Artinya, publikasi tetap mereka lakukan.

 

Publikasi untuk advokasi

Narasumber lainnya, Fira Fitria mengatakan pentingnya publikasi kegiatan sebagai sarana perluasan dampak dan manfaat organisasi. Perempuan dengan celebral palsy ini bahkan menandaskan setiap pegiat organisasi mampu mengelola medsos dengan baik. Kemampuan menulis caption secara sederhana juga sangat penting dimiliki aktivis sebagai keterampilan yang mendasar.

“Jangan jadi aktivis jika alergi medsos, sebab dari medsos kita bisa mengkampanyekan vis, misi, dan tujuan organisasi serta melakukan advokasi,” ujar Fira.

Penerima Award of Internasional Visitor Leadership Program (IVLP) 2019 USA ini juga mengatakan bahwa publikasi yang baik akan meningkatkan eksistensi dan kredibilitas organisasi. Orang akan tahu siapa kita sehingga mereka akan lebih mudah mengakses manfaat maupun memberikan dukungan, tandasnya.

 

(admin)

Similar Posts