Bansos Covid-19 dari Thisable untuk Difabel Non Komunitas di Malang

Thisable Foundation melalui Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) menyalurkan bantuan sosial paket sembako bagi difabel terdampak Covid-19 di Malang. Khususnya bansos disalurkan Lingkar Sosial untuk difabel non komunitas, atau difabel yang belum terorganisir dan  yang minim memperoleh layanan organisasi.

Lokasi kecamatan yang kami pilih berdasarkan survei dan pengajuan masyarakat adalah Kecamatan Pagelaran, Gondanglegi, jabung, Pakis, Dampit dan Karangploso.

Pendiri Yayasan Thisable, Angkie Yudistia melalui perwakilan organisasi di Jakarta, Nicky Clara berharap agar donasi paket sembako dapat meringkan beban penyandang disabilitas selama pandemi.

“Saya berterimakasih kepada Lingkar Sosial Malang atas bantuannya mendistribusikan bantuan donasi dan sembako kepada teman-teman disabilitas di Malang,” ujar Nicky Clara. Program ini diinisiasi oleh Yayasan Thisable dan juga dibantu oleh beberapa donatur khususnya Permata Hati CSR, budibaik.com, dan kitabisa.com

Saya berharap dan donatur berharap bahwa bantuan donasi dan sembako ini dapat meringankan beban-beban teman disabilitas khususnya di Malang selama masa pandemi ini. Kita tahu selama pandemi Covid-19 ini banyak sektor terutama penyandang disabilitas, merasakan dampaknya.

“Tapi kita percaya semua ini bisa kita lewati secara bersama-sama dan bergotong royong dan berdoa bahwa seluruh masyarakat Indonesia dapat melewati hal ini,” tuturnya yakin.

Dan untuk tema-teman disabilitas Malang jaga kesehatan, stay save, jangan lupa menggunakan masker saat keluar, jangan lupa cuci tangan setiap 30 menit sekali. Dan semangat semuanya untuk teman teman disabilitas khususnya di kota Malang, pungkasnya.

Wakil Ketua Pembina Lingkar Sosial Indonesia, Sumiati mengatakan bahwa pihaknya merasa beruntung bahwa dalam pelaksanaan program kerjasama ini didukung oleh pemerintah desa setempat. Diantaranya Pemerintah Desa Bedali, lokasi Omah Difabel berada dan Desa Ngenep salah satu sasaran babsos. Sehingga kedepan akan memudahkan kerjasama berkelanjutan.

“Adanya bantuan paket sembako ini sangat membantu kami sebagai pertolongan pertama di masa pandemi, sebab sebagian dari kami terpaksa tidak bekerja,” ungkap Sumiati.

Perempuan yang juga penggerak komunitas tuli ini juga mengatakan bahwa selama penyaluran paket sembako, sekaligus kami melalukan pendalaman persoalan. Diantaranya persoalan pengabaian terhadap hak kesehatan difabel, pengurungan atau pemasungan, serta warga difabel yang tak memiliki KTP

“Kami juga mendalami potensi warga penerima manfaat. Sehingga beberapa rencana kegiatan pun kami susun,” jelasnya.  Diantaranya beberapa pelatihan keterampilan kerja, mengembangkan pelatihan bahasa isyarat, pengembangan potensi seni budaya, mengembangkan kelompok musik difabel, juga mengembangkan Posyandu Disabilitas, mengingat terdapat belasan anak berkebutuhan khusus atau ABK yang telah terdata.

Sebagai informasi, bantuan sosial yang disalurkan sejumlah 100 paket, yang disalurkan melalui seleksi oleh tim distribusi.

“Bantuan paket sembako dari Thisable juga bermanfaat bagi income UMKM kami. Tim penyalur bantuan sosial berbelanja sembako di Toko Omah Difabel yang kami kelola, sekaligus melibatkan kami pula sebagai relawan distribusi,” pungkasnya. (Ken)

Facebook Comments
WhatsApp chat