Reward Keswa untuk Pengagum Edelwis

Bunga Edelwis yang tak mudah layu, yang dikenal sebagai bunga abadi, menjadi inspirasi Syaeful saat ia memutuskan untuk membangun Posyandu Jiwa di wilayah kerjanya. Seperti semangat dan cita-cita kami yang tak pernah mati untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), bahwa mereka bisa sembuh dan kembali produktif, ungkapnya. Ya, hasil selalu seiring dengan proses, pria sempat resah  menghadapi kasus ODGJ ini kemudian memperoleh reward atas disiplin dan keinerja baiknya.

Ns Syaeful Islam S.Kep

Bingung, gelisah dan takut, demikian rasa itu berkecamuk ketika pertama kali saya mendapat laporan tentang gangguan jiwa. Disampaikan ada warga yang mengamuk, mencederai orang lain bahkan melakukan percobaan bunuh diri. Kami pun segera melakukan kunjungan rumah, didampingi oleh petugas kepolisian.

Saya Ns Syaeful Islam S.Kep, seorang perawat desa di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan Kabupaten Probolinggo, saat itu baru saja ditugaskan sebagai koordinator kesehatan jiwa.

“Kami sudah mengobatkan ia kemana-mana, bahkan dukun dan paranormal namun tak membuahkan hasil, menghabiskan harta benda,” keluh keluarganya.

Prihatin mendengar cerita ini, bahwa hal seperti ini juga masih banyak dialami oleh masyarakat. Saya pun memutuskan untuk berdiskusi dengan Kepala Puskesmas Pajarakan.  Gagasan yang saya sampaikan bahwa persoalan ini tidak bisa diatasi sendiri, melainkan penting adanya penanganan lintas sektor dan lintas program.

Langkah awalnya adalah membentuk kader-kader kesehatan jiwa (keswa), tujuannya untuk melakukan monitoring masalah kejiwaan di 12 desa dalam wilayah Puskesmas Pajarakan. Tidak butuh waktu lama, terbentuklah 24 kader keswa. Hal ini kami lakukan mulai jnauari 2018.

Gagasan berikutnya adalah pembentukan Posyandu Jiwa, ini untuk lebih memaksimalkan kerja para kader. Saya pilih nama Posyandu Keswa Edelwis, terinspirasi nama bunga di daerah Gunung Bromo. Konon bunga itu tidak akan pernah mati, seperti semangat dan cita-cita kami yang tak pernah mati untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), bahwa mereka bisa sembuh dan kembali produktif.

Pentingnya Posyandu Jiwa

Posyandu Keswa Edelwis bertujuan mencegah dan menggurangi resiko seseorang mengalami gangguan jiwa. Posyandu selain memberikan pengobatan dan terapi bagi mereka yang mengalami ganngguan jiwa juga  menunjang percepatan penurunan angka gangguan jiwa melalui pemberdayaan masyarakat. Disamping untuk meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar.

Keperawatan kesehatan jiwa adalah pelayanan keperawatan yang komprehensif, holistik dan paripurna yang berfokus pada masyarakat yang sehat jiwa, rentan terhadap stress (resiko gangguan jiwa) dan dalam tahap pemulihan serta pencegahan kekambuhan (gangguan jiwa).

Menengok data tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan jumlah pasien ODMK kurang lebih mencapai 2.477 jiwa dan jumlah ODGJ kurang lebih 89 orang dan perkembangan pasien yang sudah lepas pasung kurang lebih 6 orang.

Sementara Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Syaiful Bahri M. Si.mengungkapkan angka gangguan jiwa di Kecamatan Pajarakan cukup banyak mencapai 89 penderita. Artinya gangguan jiwa harus menjadi prioritas dan dicarikan solusi agar tidak bertambah banyak. Gangguan jiwa bisa dikategorikan ringan dan berat.“Dengan adanya program kesehatan jiwa di Puskesmas Pajarakan, diharapkan bisa membantu masyarakat menjadi mandiri sehingga gangguan jiwa bisa dikendalikan dan mampu produktif kembali,” ungkapnya.

Dukungan lintas sektor

Kegiatan Posyandu Keswa Edelwis memanfaatkan lokasi Balai Desa Sukomulyo, Kec. Pajarakan Kab. Probolinggo. Kami berharap kegiatan ini mampu menurunkan angka jumlah pasien keswa baik orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) maupun orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kami juga berharap mereka yang telah menjalani rehabilitasi termasuk para korban pasung dapat kembali sehat dan hidup normal.

Pelaksanaan posyandu ini tidak kami tangani sendiri. Saya sebagai Koordinator Kesehatan Jiwa Puskesmas Pajarakan bersinergi dengan Dosen Praktisi Kesehatan Jiwa STIKes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong, Iin Aini Isnawati serta dibantu kader kesehatan jiwa se-Kecamatan Pajarakan.

Pasien peserta posyandu keswa adalah pasien jiwa yang sudah kooperatif. Beberapa diantara mereka juga telah produktif.

Selain layanan keswa, terdapat kegiatan Posbindu PTM  atau Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular, screaning SRQ 29 dan TAKS (Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi).

Posbindu melibatkan pasien dengan kriteria normal dan keswa, serta pasien dengan kriteria umur muda dan lansia.  Khususnya pasien keswa kami menyebutnya Tersayang atau yang terabaikan saat jiwanya goyang.

Adanya kegiatan posbindu memudahkan warga masyarakat dengan hipertensi, diabetes mellitus dan lain sebagainya melakukan kontrol sehingga derajat hidupnya akan semakin lebih baik.

Dan bagi pasien jiwa sendiri diharapkan kesembuhan pasien gangguan jiwa tidak tergantung dengan obat-obatan saja namun juga mendapatkan dukungan keluarga dan masyarakat. Selanjutnya para pasien mampu produktif mengembangkan keterampilan dan sebagainya.

Semangat  dan bersyukur

Suka duka selalu ada dalam setiap perjuangan. Terpenting adalah keihklasan, kerja keras, sabar dan telaten menghadapi pasien jiwa. Berkah bagi saya adalah kesehatan hingga hari ini, selain dari sisi kinerja adanya beberapa prestasi dan reward dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Penghargaan tersebut saya terima bulan Oktober 2018 pada waktu seminar Hari Kesehatan Jiwa, sebagai tenaga kesehatan jiwa yang disiplin dan tepat waktu dalam laporan ke Dinkes.

Progress terkini untuk maksimalnya kegiatan telah terbentuk TPKJM atau Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat. Oh ya, juga ada inovasi Resep Lapas Tersayang. Apa itu? Tunggu tulisan saya selanjutnya.

Penulis: Ns Syaeful Islam S.Kep, perawat Pondok Kesehatan desa di wilayah kerja Puskesmas Pajarakan Kabupaten Probolinggo

Editor: Ken Kerta