Posyandu Disabilitas Mengikis Pengabaian Hak Kesehatan dan Diskriminasi HAM

Untuk pertama kalinya di Indonesia, Posyandu hadir dengan layanan khusus bagi penyandang disabilitas. Yang membedakan posyandu disabilitas dengan posyandu pada umumnya adalah ragam pelayanan yang berdasarkan kebutuhan khusus penyandang disabilitas. Selain adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dasar, Posyandu Disabilitas memberikan layanan fisio terapi, terapi wicara, konseling dan parenting. Posyandu ini juga memberikan layanan ambulans untuk antar jemput dari dan menuju lokasi posyandu. Serta pelatihan kerja pasca rehabilitasi.

Sejarah Pembentukan Posyandu Disabilitas

Posyandu Disabilitas diinisiasi oleh Yayasan Lingkar Sosial Indonesia, melalui program Disabilty Inclusive Development (DID) yang didukung oleh NLR atas kerjasama Kementerian Kesehatan RI.

Diawali dengan Sarasehan Pembangunan Inklusif Disabilitas yang diadakan oleh Lingkar Sosial Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Selasa 12 November 2019, menghasilkan Komitmen Bersama Desa Bedali Inklusif Disabilitas. Komitmen tersebut didukung pleh lintas OPD dan stake holder, yaitu Camat Lawang, Dinas Sosial Kabupaten Malang, Dinas PMD Kabupaten Malang. Forum Malang Inklusi, Puskesmas Lawang, RSJ Radjiman Wediodiningrat, TKSK Lawang, BPD Desa Bedali, Karang Taruna, Tim Penggerak PKK, pokja wirausaha difabel Lingkar Sosial, dan lainnya.

Komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) pada Rabu, 20 November 2019 yang menghsilkan kesepakatan adanya Rintisan Posyandu Disabilitas. Rapat dihadiri oleh perangkat desa, BPD, PKK, Karang Taruna, serta masyarakat desa. Sebagai narasumber rapat, Ketua Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas, Bidan Desa Bedali, Sri Ambarwati, Staf PKRS RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang, Nur Ashrori, serta Humas BMH Jatim Gerai Malang, Ruwiyanto.

Untuk pertama kalinya ditunjuk sebagai Ketua Posyandu Disabilitas, melalui MMD adalah Kertaning Tyas, atas pertimbangan beliau sebagai inisiator Posyandu Disabilitas.

Posyandu Disabilitas kemudian diresmikan pada Kamis, 5 Desember 2019, ditandai dengan penandatanganan banner struktur pengurus Posyandu Disabilitas oleh Camat Lawang, Mumuk Hadi Martono , Kades Bedali, Dewi Buyati, Kepala Instalasi PKRS Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Ayu Bulan Febry dan Ketua Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas.

Facebook Comments
WhatsApp chat