Omah Difabel Inisiasi Penyemprotan Disinfektan Covid-19

Searah jarum jam, nampak Ken Kerta (Ketua Lingkar Sosial Indonesia), seorang staf Puskesmas Lawang, Ayu Bulan Febry (Kepala Instalasi PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang), dr. Yulia Rosana (Kepala Puskesmas Lawang), tengah melakukan koordinasi pengembangan Posyandu Disabilitas, Selasa 18 Februari 2020 di Puskesmas Lawang
KAB. MALANG- Omah Difabel atau Sekretariat Lingkar Sosial Indonesia menginisiasi penyemprotan disinfektan fasilitas publik sebagai bentuk kepedulian terhadap darurat Covid-19. Kegiatan dilakukan secara swadaya masyarakat dalam koordinasi Pemerintah Desa Bedali, Puskesmas Lawang dan PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.

“Selain bentuk kepedulian terhadap darurat Covid-19, juga sebagai promosi peran difabel dalam pembangunan,” jelas Ketua Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas. Relawan penyemprotan disinfektan adalah difabel, Karang Taruna, dan masyarakat umum.

Kegiatan penyemprotan disinfektan dimulai pada hari Rabu, 25 Maret 2020 pk 08.00. Dimulai dari Balai Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dan fasilitas publik di sekitar Omah Difabel, dusun Setran, Desa Bedali seperti masjid, mushola, sekolahan TK, poskamling, balai pertemuan dan pondok pesantren.

Sedangkan penyemprotan disinfektan di fasilitas publik lainnya di dusun-dusun lainnya di desa Bedali, serta umumnya di Kecamatan Lawang, Lingkar Sosial Indonesia akan berkoordinasi dengan  organisasi/kelompok masyarakat setempat, seperti PMI Lawang, NU Care- Lazisnu Kecamatan Lawang, Arela, Lawang Rescue dan paguyuban orangtua ABK, serta  instansi seperti SD inklusi dan SLB Lawang dan elemen Muspika.

Harapannya, ini bisa dilakukan sebagai bagian gerakan sosial masyarakat yang mendukung Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

 

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

“Kami juga tengah berupaya melakukan koordinasi dengan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Dinas Sosial Malang dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk sosialisasi penanggulangan Covid-19 di kalangan difabel,” terang Ken, sapaan akrabnya.

Menurut pria yang pula menjabat sebagai Ketua Posyandu Disabilitas ini, kelompok difabel memerlukan sosialisasi khusus terkait Covid-19. Ia mencontohkan, tuna netra perlu simulasi bagaimana mencuci tangan secara benar, tuli memerlukan penjelasan dengan bahasa isyarat, tuna grahita memerlukan penjelasan berulang-ulang dengan bahasa yang sederhana, termasuk orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

Pentingnya sosialisasi khusus terkait Covid -19 terhadap kelompok difabel telah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas terkait dan disebarluaskan melalui pers rilis: Dukung Difabel hadapi Corona Covid-19.

 

Membuat Disinfektan Sendiri

Staf PKRS RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang, Nur Ashrori mengatakan bahwa masyarakat bisa membuat disinfektan secara mudah dan sederhana, mengingat bahan jadi disinfektan yang makin langka di pasaran.

“Bahan dasarnya adalah pemutih pakaian, pewangi cucian dan air,” terang Nur Ashrori. Perbandinganya dalam satu liter air memerlukan dua sendok pemutih pakaian sebagai disinfektan serta dua sendok pewangi pakaian untuk menguragi bau pemutih tersebut. Untuk bahan-bahan bisa diperoleh di toko-toko, atau hubungi Lingkar Sosial Indonesia untuk bantuan pengadaan. Jangan lupa selama penyemprotan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan baju pelindung, boleh juga memakai jas hujan.

 

Donasi
Kegiatan ini memerlukan dukungan pikiran, tenaga dan dana. Untuk bergabung sebagai relawan, silahkan hubungi Omah Difabel di 0857 6463 9993. Sedangkan untuk bantuan dana/ donasi bisa dikirim melalui Nomor Rekening BRI: 7420-01-007-466-53-5 atas nama Yayasan Lingkar Sosial Indonesia.

Facebook Comments
WhatsApp chat